Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Puskesmas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Pembinaan Bidang Pelayanan Dasar Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi Di Puskesmas Lindu

Pembinaan dari dinas Kabupaten menjadi sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan mendampingi pelayanan kesehatan di Puskesmas. Oleh karena itu Bidang Pelayanan Dasar Dinas Kabupaten Sigi melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Lindu untuk berdiskusi dan memberi arahan mengenai pelayanan kesehatan dasar. 
dr. Graft sebagai kepala bidang bersama dengan kepala seksi datang langsung mengunjungi Puskesmas Lindu. Kegiatan diadakan di aula Puskesmas Lindu pada bulan April 2015.
Dalam Kesempatan tersebut dr.Graft menyampaikan beberapa arahan terkait dengan pelayanan kesehatan dasar, antara lain:
1. Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di seluruh Kabupaten Sigi
2. Memantau status gizi melalui Posyandu
3. Meningkatkan kemampuan petugas untuk pelayanan yang lebih baik

dr Graff memberikan pengarahan tentang pelayanan dasar pada puskesmas Lindu
 
Bimbingan tentang pelayanan dasar dilakukan di ruang rapat puskesmas Lindu
Staff puskesmas Lindu mengikuti bimbingan pelayanan dasar dengan serius

Dalam kesempatan tersebut juga dinas kabupaten mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan seperti kemitraan dengan kepala dusun untuk meningkatkan angka kunjungan posyandu, hari terampil untuk meningkatkan keterampilan petugas, dan usaha itik untuk posyandu yang sedang berjalan. Dr. Graft berpesan kepada seluruh petugas untuk terus semangat dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar dapat menjaga kesehatannya, terutama untuk ibu hamil agar tidak terjadi kematian ibu karena 4T.

-Ns.Nahla Jovial Nisa-

Minggu, 01 Maret 2015

SIRKUMSISI MASSAL




Sirkumsisi adalah tindakan bedah yang bertujuan membuang preputium penis. Sunat atau Khitan, sebutan populer d itelinga masyarakat. Di dataran Lindu, sunatan massal sering dilaksanakan. Kali ini diadakan di Dusun Kanawu Atas. Dusun kategori akses sulit ini, merupakan pusat dari 3 dusun sulit lainnya. Petugas kesehatan yang memegang 4 dusun ini bernama Perawat Selfi. Status ketenagaan nya di Puskesmas Lindu adalah sebagai Pegawai Tidak Tetap/ PTT. Perawat selfi sangat telaten dalam memberikan pelayanan kesehatan. Ia merangkap dalam segala hal yang dikeluh-kesahkan oleh masyarakat sekitar.
Pelaksanaan kegiatan sirkumsisi oleh Tim PN dan tenaga puskesmas 
Suasana pelaksanaan sirkumsisi

Begitu banyak anak mendaftar untuk disunat. Dengan semangat juang yang tinggi, tim Pencerah Nusantara 3 bersama Petugas Puskesmas Lindu akhirnya menyelesaikan kegiatan sirkumsisi sampai pukul 5 sore. Tak ada arti, jika tidak memuaskan hati masyarakat demi masa depan anak yang gemilang.


 -Ns. Rezi Mawaldi, S.Kep., CBWC

Sabtu, 28 Februari 2015

Lomba Desa Tingkat Kecamatan 2015

Pembangunan desa merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di desa sehingga kemajuan bangsa Indonesia juga berada di tangan masyarakat desa. Indonesia dalam beberapa dekade telah mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program pembangunan daerah tertinggal dan program PNPM mandiri merupakan pintu utama masyarakat desa mengembangkan potensi daerahnya. Selain program tersebut ada juga program kompetisi yang ditujukan untuk melihat perkembangan desa dan juga meningkatkan motivasi masyarakat untuk menjadikan desa sejahtera. Program tersebut dinamakan Lomba Desa yang selalu diadakan setiap tahun. Lomba desa dijadikan ajang untuk berlomba-lomba dalam membenahi desa masing-masing. Tahun 2015 lomba desa di Kecamatan Lindu diadakan pada minggu keempat bulan Februari untuk penilaian tingkat kecamatan. Pemenang lomba desa tingkat kecamatan akan dilombakan pada tingkat Kabupaten Sigi pada bulan Maret minggu ketiga.
Kerja bakti warga menyongsong lomba desa

Pembangunan gapura masuk desa Anca

Sebelum penilaian diadakan, Kecamatan Lindu telah menunjuk tim penilai yang akan menilai 4 desa yaitu desa Puro’o, Langko, Tomado, dan Anca. Desa Olu belum dimasukan kedalam lomba desa dikarenakan belum teregistrasi nomor desanya di kementerian dalam negeri. Tim penilai Lomba Desa terdiri dari berbagai macam latar belakang, hal ini dikarenakan penilaian akan meliputi berbagai macam indikator. Indikator tersebut yaitu; Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi masyarakat, Keamanan dan Ketertiban, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan Lembaga Kemasyarakatan.

Rapat tim Penilai Lomba desa tingkat kecamatan
Puskesmas Lindu dan Tim Pencerah Nusantara III selalu dilibatkan dalam kegiatan Lomba Desa. Pada tanggal 23-26 Februari 2015 akan diadakan penilaian lomba desa di setiap desa. Satu desa akan dinilai dalam satu hari. Penilaian akan dilakukan melalui observasi dan wawancara. Puskesmas Lindu dan Tim Pencerah Nusantara akan menilai mengenai kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat yang akan dinilai yaitu perkembangan dalam dua tahun terakhir kematian bayi, Gizi dan Kematian Balita, Cakupan Imunisasi, Angka Harapan Hidup, PHBS, dan Keindahan Lingkungan. Semenjak Awal Bulan Februari tampak beberapa desa sibuk mempersiapkan lomba desa dengan memperbaiki pekarangan rumah ataupun gotong royong bersama. Selain itu kader kesehatan juga tampak lebih bersemangat dalam merapikan pencatatan posyandu. Lomba desa dijadikan sebagai ajang meningkatkan desa masing-masing.


Hari pertama penilaian yaitu di Desa Puro’o. Desa Puro’o terdiri dari 205 Rumah Tangga. Kepala Puskesmas dan Tim Pencerah melakukan penilaian dengan melihat data serta dokumentasi yang telah dilakukan oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan setempat. Bidan penanggung jawab desa Puro’o yaitu Bidan Rahel. Bidan Rahel menyampaikan saat ini masih ada 38 RT yang belum memiliki Jamban. Bidan Rahel menyampaikan ini masih menjadi Pekerjaan Rumah pemerintah dan masyarakat untuk menyadarkan pentingnya jamban sebagai bagian dari PHBS. Selanjutnya Kader Kesehatan Puro’o memberikan gambaran kesehatan bayi bahwa tidak ada bayi yang meninggal ataupun gizi buruk sejak tahun 2013-2014. Cakupan imunisasi juga meningkat dari tahun 2013-2014 yaitu dari 85% menjadi 95%. Pada saat observasi tim pencerah menemukan tanaman toga di hampir sebagian besar rumah warga. Warga menyampaikan bahwa kesehatan di desa Puro’o semakin meningkat setiap tahunnya hal tersebut karena banyaknya penyuluhan sehingga masyarakat lebih sadar untuk menjaga kesehatan.
Penyambutan saat penilaian di desa Puro'o

Suasana penilaian lomba desa

Bersama bidan desa dan kader posyandu saat penilaian sektor kesehatan masyarakat

Pada hari ketiga Tim Penilai melakukan penilaian di desa Tomado. Dari kejauahan tampak ibu-ibu kader PKK berseragam biru dengan senyum manis. Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Lindu dan Kepala Desa Tomado. Kantor Balai Desa yang baru sudah diisi dengan papan informasi mengenai Posyandu, Pendidikan, serta data administrasi Desa Tomado. Tim Penilai lalu memulai penilaian sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tampak kader bersemangat untuk menjawab berbagai pertanyaan tim penilai.
Penilaian lomba desa di desa Tomado

Persiapan penilaian di desa Anca

Pemeriksaan kondisi sarana MCK warga

Tim penilai urun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil yang ada

Pemanfaatan pekarangan warga untuk penanaman toga

Salah satu rumah sehat di desa Anca

Tim penilai lomba desa turun ke lapangan


Salah satu contoh rumah yang telah memanfaatkan pekarangan untuk menanam toga

Tim penilai saat turun ke lapangan

Bunga bermekaran di pekarangan rumah warga

Penilaian di desa Anca


Semangat Lindunesia !


~Ns. Nahla, Bd. Yunita, Ns. Rezi, drh. Rahma~

Rapat Lintas Sektor dengan Kepala Dusun


Tatanan masyarakat yang sejahtera tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Peranan kepala dusun sangatlah penting karena merupakan tokoh masyarakat terkecil dalam tatanan masyarakat. Masyarakat desa umumnya masih terikat dengan norma dan aturan-aturan dan tunduk dengan pemimpinnya. Puskesmas Lindu memanfaatkan ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan Ibu dan Anak. Pada tanggal 10 Februari 2015 Kepala Puskesmas mengundang Camat Lindu dan seluruh Kepala Desa serta Kepala Dusun se-kecamatan Lindu. Pada Kesempatan itu Kepala Puskesmas menyampaikan kondisi terkini mengenai kesehatan ibu dan anak Anak-anak merupakan generasi penerus kita sehingga perhatian kita terhadap ibu dan anak sangatlah penting, jangan sampai ada kasus gizi buruk yang tidak diketahui oleh Kepala Dusun”. Kepala Puskesmas juga menyampaikan bahwa posyandu merupakan sarana yang sangat penting untuk melihat kesehatan ibu dan anak. Setelah pemaparan mengenai kesehatan ibu dan anak, kepala dusun menyampaiakan harapan dan pendapatnya terhadap kesehatan ibu dan anak serta bersedia membuat komitmen bersama. Berikut isi Komitmen Bersama Kepala dusun se-kecamatan Lindu:
Ns. Nahla membuka acara rapat
Diskusi dan tanya jawab dengan para kepala dusun 
KOMITMEN BERSAMA
KEPALA DUSUN SE-KECAMATAN LINDU

Kami Kepala Dusun se-Kecamatan Lindu berkomitmen bahwa:
1. Setiap Kepala Dusun mendatangi atau mengumumkan kepada setiap KK untuk menghimbau agar bayi dan balitanya di bawa ke Posyandu
2.  Setiap bulan sebelum jadwal Posyandu, Kepala Dusun mengingatkan kader untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Posyandu.
3. Setiap bulan, Kepala Desa memberikan insentif kepada Kader Posyandu
4. Kepala Dusun tidak membenarkan ibu hamil melakukan persalinan di rumah.
5. Kepala Dusun mengkoordinir keaktifan kader Posyandu setiap bulan
6. Setiap kader harus mendapatkan SK dari Kepala Desa
7. Kepala Dusun berperan aktif dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas/Polindes
Lindu, 10 Februari 2015

Kepala Dusun 1 Anca menandatanani Komitmen bersama

Kepala Dusun Lembosa menandatanani Komitmen bersama


 Ns.  Nahla Jovial Nisa, S.Kep




Minggu, 11 Januari 2015

Posyandu Lansia di Desa Langko

Sejak pertama kali kami bertugas di Kecamatan Lindu, untuk pertama kalinya posyandu lansia di desa langko diadakan. Jadwal  posyandu lansia di puskesmas lindu dibuat dalam dua bulan sekali untuk satu tempat, desa yang mendapat giliran juga di atur sedemikian rupa sehingga semua desa mendapat jadwal posyandu lansia. Posyandu lansia kali ini dilaksanakan hari minggu setelah jam ibadah gereja karena memang mayoritas penduduk Lindu nasrani.

Tak disangka banyak juga para lansia di desa langko datang untuk memeriksakan diri. Mereka senang karena kami dan puskesmas perhatian akan kondisi kesehatan para lansia di langko. Penanggung jawab bidan desa langko (kak hesty) pun datang dan juga kak desi salah satu perawat pns puskesmas lindu yang tinggal di langko pun turut serta memeriksa. Semua para lansia tertangani dengan baik berkat kerja sama kami dan petugas puskesmas.

Sebelum kegiatan posyandu lansia dimulai kami menyempatkan diri memberi penyuluhan mengenai Hipertensi, salah satu jenis penyakit yang banyak di derita di kecamatan lindu. Semua lansia dengan seksama mendengarkan penjelasan kami. Mereka sendiri menyadari akan jenis penyakit ini yang sering mereka dengar dan dialami oleh penduduk lindu. Mulai dari pemahaman penyakit hipertensi, penyebab serta mengatur pola hidup untuk pencegahan penyakit hipertensi ini. Karena kebiasaan penduduk lindu yang kurang mengkonsumsi sayur serta tingkat perokok yang tinggi menjadi salah satu penyebab tingginya angka penyakit hipertensi.
Masyarakat antusias mendengarkan dr. Damayanti menjelaskan Hipertensi
Meskipun hanya 2 lansia yang bertanya setelah penjelasan, mereka mengaku cukup senang dengan penyuluhan ini, terlebih lagi mengenai penyakit yang sering diderita di lindu ini. Harapan kami semoga jadi bahan renungan para lansia untuk merubah perlahan-lahan kebiasaan hidup yang kurang baik sehingga penyakit hipertensi dapat dicegah. Salam Lindunesia. 
~dr. Damayanti Hapsari~

Selasa, 06 Januari 2015

Marice: Sang Jurim Lindu

Berkenalan dengan Perawat Marice yang kecil dan ceria ini merupakan suatu kebanggaan bagi Pencerah Nusa. Pasalnya, Sejak tahun 2011 ia ditugaskan sebagai Juru Imunisasi dengan kondisi fasilitas yang sangat minim. Vaksin dengan kulkas kompor minyak tanah  pernah ia jaga selama lebih dari setahun “Dulu, dirumah setiap malam saya harus melihat minyak untuk memastikan suhunya tetap sama, terkadang banyak vaksin yang rusak”. Hal ini terjadi karena belum adanya kulkas vaksin dengan tenaga surya. Maklum saja, kondisi Lindu yang belum memiliki listrik membuat kulkas vaksin yang dibutuhkan lebih baik. Pada tahun 2012 kulkas vaksin akhirnya diberikan oleh Dinas Kesehatan Sigi kepada Puskesmas Lindu.


Perawat Marice mendokumentasikan sasaran Imunisasi
 Sejak itu Perawat Marice semakin termotivasi dan semangat untuk memberikan vaksin kepada masyarakat Lindu. Posyandu setiap bulan yang dilakukan di semua dusun di Lindu dijadikan saran untuk memberikan vaksin kepada  bayi-bayi. Meskipun statusnya masih sebagai tenaga PTT (Pegawai Tidak Tetap), ia selalu semangat menjalankan tugasnya sebagai Jurim. “anak-anak Lindu harus mendapatkan vaksin agar terhindar dari penyakit di masa akan datang” katanya.

Suatu kali kami bersama dengan  Perawat Marice pergi ke Posyandu Wongkodono. Wongkodono adalah salah satu Dusun Sulit yang harus ditempuh dengan ketinting dan berjalan kaki selama satu jam. Perawat Marice dan kami akhirnya berjalan kaki selama satu jam dan tiba di dusun. Disana Perawat Marice memotivasi ibu-ibu untuk memperhatikan status imunisasi anak-anaknya. Lalu, Perawat Marice memberikan  imunisasi kepada tiga bayi. Setelah memberikan imunisasi ia juga mengedukasi ibu-ibu untuk memperhatikan kondisi anak pasca imunisasi dan memberikan obat jika anak panas.
Perjalanan Pencerah Nusa dengan Petugas Puskesmas Lindu
Perawat Marice sedang memberikan imunisasi di dusun sulit Wongkodono
Kesedihan juga pernah dialami oleh Perawat Marice ketika ada satu dusun yang masyarakatnya tidak mau diimunisasi, yaitu Dusun Lembosa. Ia menyampaikan kepada petugas lainnya dan Pencerah Nusa untuk tetap membawa vaksin meskipun sedikit dan perlahan-lahan mengedukasi orang tua agar anaknya diimunisasi. Berkat kegigihan dan kesabarannya semua petugas, akhir-akhir ini ada 3 bayi yang mau diimunisasi di Dusun Lembosa.

Bagi Perawat Marice menjadi Jurim adalah tugas yang memberikan manfaat besar terhadap dirinya dan masyarakat. Pendekatan bahasa dan kebudayaan juga ia rasa penting dalam memberikan imunisasi bagi anak-anak. Selain itu kerjasama dengan petugas lainnya dapat mewujudkan UCI. Universal Coverage Imunization di Lindu merupakan harapan terbesar Perawat Marice kedepannya.
~Ns.Nahla Jovial Nisa~

Senin, 04 Maret 2013

Karena vaksin itu barang mahal....

Bulan ini, adalah bulan ke dua. Hmmmm...... Sebetulnya sudah dari desember. Sambil berjalan kami mulai "memperbaiki", meletakkan apa-apa yang seharusnya, pada tempat yang sebenarnya.

Seperti halnya Posyandu. dari 11 Posyandu yang ada di kecamtana Lindu yang berfungsi hanyalah 4 saja. akan tetapi itupun perlu pembinaan yang lebih serius lagi. Masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki. Makan Revitalisaasi posyandupun dimulai.

Pelatihan kader sudah dilakukan sebagai langkah awal dari revitalisasi posyandu. Maka kami bersama-sama dengan puskesmas Lindu dalam 2 bulan ini nantinya akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan kepada posyandu Se-kecamatan Lindu.

Pada bulan ini, seperti bulan januari yang lalu, pembinaan terus berjalan. Pada bulan Januari yang lalu lebih kepada pemenuhan kebutuhan posyandu seperti halnya timbangan. Pengadaan timbangan menjadi penting karena dari 11 posyandu hanya 4 posyandu yang punya. Maka advokasi untuk pengadaan timbangan sudah dilakukan hingga saat ini tersisa 3 saja posyandu yang belum memiliki timbangan. Kami pada bulan Februari inipun sudah mengajukan kepada ka. puskesmas untuk pengadaan timbangan bagi 3 posyandu tersebut. Ka. Puskesmaspun berjanji bulan depan semua posyandu akan memiliki timbangan sendiri.

PULANG PASIEN MINUM RACUN, DATANG IBU MELAHIRKAN


25 februari 2013
Mbokgek,usman, dan yuk utri berangkat ke wongkodono pukul 7.00 WITA menggunakan perahu ketinting. Setelah memulangkan pasien keracunan racun rumput, Saya dan fitri mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa ke posyandu berserta vaksin. Pukul 09.00 WITA kami sudah siap untuk berangkat ke posyandu, tiba-tiba ada bapak yang mengatakan istrinya akan melahirkan. Mendadak saya dan fitri berbagi tugas, fitri mengantar vaksin ke kalora dan puroo, agar staf puskesmas lindu  tetap bisa melakukan posyandu bersama kader-kader. Sedangkan saya menuju anca dan siap dengan alat perang (partus set dan obat-obatan), berjaga-jaga bila pembukaan sudah lengkap. 

Sesampainya dirumah pasien, ternyata masih pembukaan 4, akhirnya saya membujuk ibu hamil tersebut untuk melahirkan dipuskesmas. Memang di Lindu susah sekali untuk mengajak masyarakat menggunakan tempat pelayanan kesehatan a.k.a puskesmas. Ada yang merasa lebih nyaman melahirkan di rumah, ada yang merasa takut menginap di puskesmas karena bersebelahan dengan kuburan, dan sebagainya. Ibu hamil tersebut sempat ragu untuk melahirkan dipuskesmas, namun saya mencoba memberi penjelasan kepada suaminya, suaminya sangat kooperatif dan menyutujui saran saya. Akhirnya kami bergerak ke puskesmas.

GAGAL PESTA KARENA PASIEN MINUM RACUN RUMPUT


22 Februari 2012

Hari itu, Kami tim Pencerah Nusantara Lindu melakukan posyandu dan imunisasi ke Dusun sulit di seberang danau, 4 Dusun kami datangi hingga pulang ke rumah menjelang magrib.

Sesampainya di rumah kami langsung mandi dan bersiap-siap datang ke undangan pernikahan warga anca yang merupakan sepupu aghi, staf puskesmas lindu. malah terpikir untuk menonton orang badero, sejenis tarian khas warga lindu ketika berpesta. sayangnya motor dinas kami Lampunya mati sehingga tidak memungkinkan untuk bonceng 3, terpaksa mbokgek duluan dan memanggil suami agi untuk menjemput kami.

pengantin dari desa anca :)

Minggu, 03 Maret 2013

AUDIENSI BUPATI SIGI KE KECAMATAN LINDU


Kunjungan kerja Bupati Sigi ke Lindu pada tanggal 16 Februari 2013 merupakan kunjungan yang ke 11 dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi. Pada kesempatan ini Bupati Sigi yaitu Hj. Aswadin Randalemba,Msi datang ke kecamatan Lindu didampingi Wakil Bupati dan beberapa SKPD terkait.Adapun yang hadir dalam acara ini adalah unsur Muspika, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, beberapa perwakilan masyarakat, dan tak  ketinggalan ialah Tim Pencerah Nusantara Lindu Batch I. Pada Kunjungan kerjanya Bapak Bupati lebih menekankan bahwa tujuan dari kunjungan kerja-nya kali ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerjanya sebagai Bupati selama kurang lebih satu tahun kebelakang. Apa yang sudah diperbuat untuk Kecamatan Lindu dan apa yang akan direncanakan untuk memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lindu. Acara kunjungan kerja Bupati kali ini  sekaligus memberikan secara simbolis kartu JAMKESDA (Jaminan Kesehatan Daerah) untuk masyarakat Lindu.  Acara ini diselenggarakan di Gedung Sekolah Dasar Bala Keselamatan Desa Tomado.

Sabtu, 02 Maret 2013

MENJADI PENYULUH TERBAIK TIDAK MENJADIKAN RANI DUTA SCHISTOSOMIASIS :(


15 Februari 2013

3 hari sudah Rani pergi ke Palu untuk mengikuti Lomba Penyuluhan Schistosomiasis tingkat Provinsi namun belum ada kabar yang datang ke rumah kami, Kami benar-benar penasaran dengan hasilnya dan saya juga khawatir tentang keadaan rani , Karena cuaca hujan terus menerus saat rani turun ke Palu, Saya takut jalanan Longsor, bahkan ada tukang ojek  yang meninggal diperjalanan dari sadaunta ke Palu, dan seorang anak meninggal di Perjalanan dari Lindu ke Sadaunta saat itu. terlebih saya yang meminta izin langsung kepada ibu rani, saya ikut bertanggung jawab bila terjadi apa-apa sama rani. Semoga rani sehat dan jadi juara.

rani yang memakai baju SMP bersama anak SMA dari Bada dan Napu

Senin, 04 Februari 2013

SOSIALISASI SCHISTOSOMIASIS DI SMP 1 TOMADO

30 Januari 2013

Hari ini saya dan usman melakukan sosialisasi lomba penyuluhan schistosomiasis yang akan dilakukan oleh bagian Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di SMP 1 Tomado. kami memberikan materi schistosomiasis, karena hampir semua anak tidak mengetahui apa itu schistosomiasis walau Lindu adalah daerah endemis. kegiatan yang kami lakukan ini sebagai tahap awal pengenalan terhadap schistosomiasis, sehingga tahap lanjutan penyuluhan dan lomba penyuluhan dari bagian Promkes dinkesprov bisa berjalan lancar.


saya, usman, dan staf puskesmas mengadakan kegiatan sosialisasi schistosomiasis

Sabtu, 02 Februari 2013

AKHIRNYA SEMUA DUSUN SULIT SUDAH KAMI JELAJAHI

23 Januari 2013
Kangkuro adalah satu-satunya dusun sulit yang belum pernah kami datangi sejak kami menginjakkan kaki di Lindu. Akhirnya hari rabu kemarin kami bisa mengunjungi dusun ini. untuk pergi ke dusun  ini harus menyebrang danau menggunakan ketingting (perahu motor kecil) dengan jarak tempuh 1,5 jam dari desa tomado. Bedanya dusun sulit ini dengan dusun sulit yang lain, karena harus melewati kuala/sungai kecil dari bibir danau, cukup jauh juga ketinting menyusuri kuala tersebut hingga permukaan air menjadi dangkal dan mengharuskan kami berjalan kaki.
perahu memasuki area kuala/sungai kecil

Kamis, 31 Januari 2013

Kerbau nusantara VS Pencerah Nusantara Lindu

20 Januari 2013

kerbau nusantara, jenis hewan apakah itu? apa hubungannya dengan Pencerah Nusantara Lindu? hal ini terjadi karena aksi kami saat melakukan perjalanan ke wongkodono untuk posyandu, imunisasi, dan penyuluhan KB. 
siap berangkat ke wongkodono boss!!

ronde 4 Dusun sulit dalam sehari

18 Januari 2013

Berhubung vaksin sudah datang, hari ini kami melakukan posyandu dan immunisasi ke dusun seberang bersama 3 staf puskesmas. ada 4 dusun yang kami berencana kami datangi. karena waktu yang sangat singkat karena waktu banyak habis di jalan, mulai dari nyebrang dengan kapal, berjalan diteriknya matahari, naik motor. FYI, bulan lalu kita juga melakukan perjalanan di dua dusun ini, postingnya bisa diklik disini.
pemandangan selama diperjalanan

Kamis, 03 Januari 2013

Perjalanan 3 in 1 ke Kanawu


3 in 1 dalam artian ketika kita melakukan sesuatu lebih baik dengan mtode “multi-tasking” untuk menghemat tenaga dan biaya. Hal itu yang mendasari ide yang tiba-tiba muncul di sore hari dalam suasana hujan sebelum kami berangkat ke Kanawu. Ya, kami pergi ke Kanawu salah satu dusun sulit di seberang untuk melakukan Pusling, Pendampingan Posyandu, imunisasi dan sekaligus pendataan. 

Sehari sebelum berangkat kami tidak lupa siapkan perbekalan obat, vaksin, alat medis, kuisioner, pelampung dan tidak lupa makanan. Kami harus menyiapkan bekal makanan karena takut dapat bonus diare saat pulang karena pengalaman saat kondangan lalu pulang langsung diare. Kami memasak penuh semangat semalaman mulai dari pepes ikan, kering tempe, sambel terasi sampai lepat pisang juga ada. Kak Una juga tidak lupa menjait pelampunya yang sobek juga. Kemudian tidak lupa juga kami mengirim surat pemberitahuan dahulu kepada kepala dusun dan perawat di dusun kanawu. Selain itu juga koordinasi dengan petugas Puskesmas siapa saja yang bisa ikut.
perlengkapan perang= life vest dan jungle boat

Pelatihan Kader Posyandu Puskesmas Lindu


 17-18 Desember 2012

Tim Pencerah Nusantara Lindu bekerjasama dengan puskesmas Lindu mengadakan Pelatihan Kader Posyandu Kecamatan Lindu selama 2 hari pada tanggal 17-18 Desember 2012. Pelatihan ini mengundang 33 Kader PosyandU yang mewakili 11 Posyandu yang ada di Kecamatan Lindu, dan melibatkan  staf puskesmas Lindu.

meja registrasi dijaga oleh staf puskesmas agi dan yantI

Rabu, 02 Januari 2013

Puskesmas keliling, imunisasi, dan pendataan di Wongkodono


9 November 2012
Tim lindu melakukan pendataan di dusun wongkodono. Wongkodono adalah dusun suit dari desa Langko. Untuk mencapai dusun tersebut tim lindu harus menyebrang dengan menggunakan ketinting /perahu motor kecil dengan waktu tempuh 1 jam dari dermaga desa Tomado.
persiapan menuju wongkodono, saya dan fitri harus standby di puskesmas

screening filariasis di desa Anca



12 November 2012
Tim Lindu melakukan screening filariasis di desa Anca bersama 2 staf Puskesmas Lindu dimalam hari. Screening ini merupakan rangkaian kegiatan evaluasi pengobatan masal filariasis yang dilakukan oleh dinkes Kabupaten sigi yang dilakukan  sebelum kami menginjakkan kaki di Lindu. Screening ini dilakukan karena di Lindu beberapa waktu lalu ditemukan kasus Filariasis.

Filariasis adalah penyakit menular menahun akibat infeksi cacing filaria dimana cacing dewasanya hidup dalam kelenjar dan saluran limfe manusia. Penyakit ini ditularkan oleh serangga secara biologik dan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik pada perempuan maupun laki-laki. Filariasis disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Orang awam biasa menyebut Filariasis  kaki gajah.
Siklus hidup cacing filaria