Tampilkan postingan dengan label itik ceria lindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label itik ceria lindu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2015

Intervensi Kandang Itik Milik Kader Posyandu


           Semenjak datangnya bantuan itik untuk kader posyandu, kabar menggembirakan datang juga menyusul kabar bahwa itik telah bertelur. Ibu Hantia atau akrab disapa Mama Iki, salah satu kader posyandu dusun Kangkuro, dengan bangga melaporkan bahwa itik miliknya telah bertelur secara rutin setiap hari. Meski demikian, beberapa kader yang lain mengeluhkan karena itik miliknya belum bertelur.
Hal demikian tentu saja bisa terjadi karena perbedaan manajemen ternak itik yang berbeda-beda yang dilakukan oleh kader Posyandu. Menyikapi hal tersebut, tim Pencerah Nusantara Lindu 3 melakukan intervensi terhadap kandang milik kader. Meski sebelumnya juga telah dilakukan penyuluhan dan juga survey kelayakan kandang, dalam prakteknya, belum semua kader mengaplikasikan ilmu ternak itik yang telah diperoleh dan beberapa intervensi yang telah dilakukan saat survey.
Kandang milik ibu Bertina misalnya, kondisinya terlalu lembab dan tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam kandang. Atau kandang milik ibu Neti yang terlalu sempit sehingga terlalu padat untuk itik.
Intervensi untuk pembenahan kandang itik

Pemantauan kondisi kandang itik 

Secara rutin setiap bulan akan terus dilakukan monitoring dan evaluasi supaya usaha kader mandiri ini benar-benar memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan taraf kesehatan balita dan juga peningkatan pendapatan keluarga.

 -Rahma Isna Saidah-

Sabtu, 28 Februari 2015

Penantian Berbuah Kebahagiaan



Merealisasikan program Itik Ceria Lindu bukanlah proses yang singkat bagi tim Pencerah Nusantara Lindu. Program ini mula-mula telah diinisiasi oleh tim Pencerah Nusantara angkatan 1, kemudian diupayakan oleh tim Pencerah Nusantara 2 untuk direalisasikan, hingga akhirnya baru bisa direalisasikan pada periode tim Pencerah Nusantara 3 bertugas.
Itik Ceria Lindu merupakan kegiatan usaha kader yang dimaksudkan untuk dapat mendukung ketersediaan dan pengembangan dana sehat posyandu ternak itik. Itik merupakan salah satu aset nasional dan sekaligus komoditas yang bisa diandalkan sebagai sumber gizi dan sumber pendapatan masyarakat. Jenis bibit unggul yang diternakan di Indonesia adalah jenis itik petelur. Itik cocok hidup di daerah dataran tinggi, dan kecamatan Lindu merupakan daerah dataran tinggi di provinsi Sulawesi tengah.
Lokasi yang ideal untuk budidaya itik untuk pemeliharaan adalah jauh dari suara bising, dan mudah mendapatkan air untuk perkembangan itik. Ternak itik juga disebut unggas air karena sebagian kehidupannnya dilakukan ditempat berair, itik juga banyak dijumpai di rawa-rawa, pesawahan, muara sungai, karena daerah tersebut dimanfaatkan itik menjadi tempat bermain dan mencari makan. Lindu memiliki banyak perairan diantaranya danau Lindu, rawa-rawa, dan sungai. Dengan potensi ini diharapkan kegiatan ternak itik mampu menjadi sumber keuangan untuk dana sehat.
Adalah dusun Kangkuro, yang merupakan salah satu dusun di Desa Tomado yang posyandunya berkesempatan menjadi pilot project usaha kader mandiri berupa Itik Ceria Lindu. Dusun Kangkuro yang lokasinya jauh di seberang danau, banyak rawa-rawa, persawahan dan jauh dari keramaian sangat cocok untuk usaha ternak itik.
Persiapan sebelum pemberian PMT

Telur itik untuk PMT

Seorang anak balita antusias menerima PMT


Para kader posyandu Kangkuro, Ibu Hantia, Ibu Neti, Ibu Rosmin, Ibu Betina, dan Ibu Rahel sangat berbahagia karena akhirnya hasil kerja keras mereka memelihara itik membuahkan hasil. Mereka berharap produksi telur itik terus meningkat dari hari ke hari supaya dapat dimanfaatkan untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) saat posyandu dan juga meningkatkan pendapatan keluarga para kader.
-Rahma Isna Saidah-

Selasa, 16 Desember 2014

Survey Kelayakan Kandang Itik Milik Kader Posyandu

Survey Kandang itik di rumah kader
Beberapa minggu yang lalu tim Pencerah Nusantara Lindu angkatan III telah melaksanakan penyuluhan cara beternak itik bagi kader yang akan mendapatkan bantuan itik untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita di posyandu.

Ternyata, para kader menyambut dengan sangat baik. Mereka sangat antusias untuk segera melakukan persiapan kandang kandang. Maka, drh. Rahma pun melakukan survey terhadap kelayakan kandang milik kader posyandu yang telah disiapkan untuk memelihara itik.
drh. Rahma bertanya kepada kader mengenai pencahayaan
Ada kandang yang telah memenuhi kriteria. Namun, ada juga yang masih belum layak sehingga perlu diberikan intervensi kembali. Seperti misalnya kandang yang terlalu rapat sehingga cahaya matahari tidak bisa masuk, atau kandang yang dibuat di bawah pohon yang sangat rindang sehingga kondisi lantai/tanah terlalu lembab.
drh. Rahma melihat kondisi dalam kandang
Para kader posyandu sangat terbuka dalam menerima masukan terhadap pembenahan kandang mereka. Mereka berjanji akan segera memperbaiki sesuai dengan masukan/saran yang telah diberikan sebelum bantuan itik datang.

~Drh. Rahma Isna Saidah~

Kamis, 04 Desember 2014

Penyuluhan Cara Beternak Itik bagi Kader Posyandu



Begitu banyak usaha untuk meningkatkan strata posyandu. Dari 11 posyandu yang ada di Kecamatan Lindu, baru ada empat posyandu dengan strata mandiri. Sebagian besar posyandu belum memiliki sumber pendanaan untuk pelaksanaan operasional posyandu. Belum adanya pendanaan ini juga berdampak pada tidak berjalannya program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita di posyandu.

Melihat kondisi tersebut, tim Pencerah Nusantara mencoba melakukan usaha pemberdayaan masyarakat berupa bantuan ternak itik bagi kader, yang sebagian hasilnya diperuntukkan bagi pelaksanaan operasional dan pemberian PMT di posyandu. Masyarakat menyambut baik ide tersebut. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, dengan beternak itik berarti kader juga memberikan kontribusi bagi peningkatan taraf kesehatan masyarakat, terutama balita. 

Teknis pelaksanaannya, tim Pencerah Nusantara akan memberikan bantuan itik kepada kader posyandu. Itik dipelihara oleh kader dan secara rutin dievaluasi hasil ternaknya oleh Pencerah Nusantara. Pembagian hasil yang disepakati adalah 60% untuk kader dan 40% untuk posyandu.

Sementara ini, sebelum bantuan ternak itik datang, tim Pencerah Nusantara melakukan penyuluhan cara beternak itik bagi kader posyandu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam beternak itik sehingga produktivitas itik yang diternakkan pun baik.
Kader dengan serius mendengarkan penyuluhan cara beternak itik dari drh.Rahma
Penyuluhan disampaikan oleh drh. Rahma Isna Saidah dibersamai oleh tim Pencerah Nusantara Lindu Batch III dan juga Mantri Hewan Edward yang merupakan mantri hewan di Lindu.

~drh.Rahma Isna Saidah~