Tampilkan postingan dengan label Revitalisasi Posyandu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Revitalisasi Posyandu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Desa Anca Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah



Desa Anca menyambut dengan meriah lomba desa tingkat kabupaten

Seperti cerita yang sebelumnya salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat adalah dengan Lomba Desa. Lomba desa menjadi ajang bagi desa untuk berlomba-lomba memperbaiki desanya. Kecamatan Lindu sebelumnya sudah melakukan Lomba Desa tingkat kecamatan yang diikuti oleh empat desa, yaitu Desa Puroo, Desa Langko, Desa Anca, dan Desa Tomado. Berdasarkan penilaian dan kunjungan langsung di lapangan, maka Desa Anca terpilih untuk mengikuti Lomba Desa tingkat Kabupaten, mewakili kecamatan Lindu.

Sebelum bertempur maka perlu dilakukan persiapan terlebih dahulu. Seluruh elemen dan SKPD di Lindu bahu membahu untuk melakukan persiapan di Desa Anca, terutama masyarakat Desa Anca sendiri. Sejak lama Desa Anca memang sudah bagus dan menjadi percontohan desa lain. Masyarakat disana sangat kompak dan mau untuk maju. Tim Pencerah Nusantara  dan Puskesmas Lindu ikut membantu membina persiapan lomba desa terkait bidang kesehatan. Adapun indikator bidang kesehatan yang dilihat adalah angka kematian ibu dan bayi, status gizi balita, dan mengenai air bersih serta jamban. 

Ibu Kepala Desa, Yuliani, yang juga merupakan Staff Puskesmas Lindu menjadi komandan terdepan dalam menggerakan masyarakat ke Posyandu. Sehingga sejak lama posyandu Anca sudah menjadi percontohan di Kecamatan Lindu. Kami mendampingi ibu-ibu kader untuk merapikan posyandu dan membuatnya lebih bagus. Mulailah pembinaan dari melakukan penilaian rumah sehat, administrasi posyandu, dan merefresh kembali pengetahuan ibu kader. Selain itu juga anak-anak dilibatkan untuk membentuk budaya baru mengenai kesehatan dengan menampilkan lagu cuci tangan pakai sabun. Setiap sore kami selalu datang ke Anca dan ikut membantu persiapan. Perawat Aghi yaitu Perawat Desa Anca dengan sigap mengarahkan ibu-ibu kader.
 
Warga antusias melakukan gotong royong untuk persiapan lomba desa
Anak-anak kecil begitu gembira menyambut keramaian lomba desa
PN3 mendampingi kader dan masyarakat dalam persiapan lomba desa tingkat kabupaten
Setelah semuanya siap, maka Lomba Desa mulai. Tim Kabupaten turun langsung untuk melihat lomba desa. Ibu kader juga diuji untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “Untuk melihat bayi itu naik sesuai dengan umur dengan apa?” ibu Made dari kabupaten bertanya, “Dari KBM bu, kenaikan berat badan minimal” kader Merry lantang menjawab. Selain itu rumah sehat juga dilihat untuk melihat semua indikator Perilaku Hidup Sehat, dari makanan bergizi, jamban, air bersih, cuci tangan pakai sabun, dsb. Setelah selesai semua rangkaian penilaian di bidang lain tim kabupaten pulan. Kami menanti-nati hasil pengumuman lomba desa.
 
Penyambutan tim penilai oleh pemudi desa Anca dengan berbusana adat
Persembahan lagu cuci tangan pakai sabun bersama gerakan oleh siswa SD Anca
Kepala Desa Anca menyambut tim penilai lomba desa tingkat kabupaten
Persembahan nyanyian lagu Aku Anak Sehat dan Biji Jambu oleh anak-anak PAUD dengan busana adat
Tim Penilai melakukan penilaian tentang posyandu
Tim Penilai melakukan pencocokan data tentang data posyandu bersama perawat desa
Tim penilai memberikan bimbingan kepada kader sebagai masukan untuk peningkatan posyandu
Setelah menunggu 2 minggu kami mendapat kabar bahwa Lindu mendapat Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sigi dan Posyandu Anca mendapat pujian karena termasuk paling bagus se-kabupaten Sigi. Kabar ini sangat menggembirakan masyarakat Anca, rencananya saat Upacara 17 Agustus akan diserahkan hadiah kepada Desa Anca.

~Ns. Nahla Jovial Nisa~

Minggu, 22 Maret 2015

Pesona Warna di langit Lindu


Ketika kita kecil dulu, kita pasti dikenalkan oleh guru PAUD atau TK kita sebuah lagu yang sangat indah yang liriknya seperti ini :
Pelangi-pelangi alangkah indahmu
Merah kuning hijau di langit yang biru
Pelukismu agung siapa gerangan
Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan

Lirik yang singkat bersama alunan lagu yang mudah membuat lagu ini tidak susah untuk dihafal oleh bocah-bocah kecil. Namun apakah kita bisa setiap saat selesai hujan turun akan pasti bisa melihat pelangi? Kalau kita yang hidup di kota rasanya susah untuk bisa melihat pelangi di lingkaran langit karena langit kota sudah tak sebiru langit di desa. Asap kendaraan, asap pabrik telah membuat langit tak mampu lagi indah seperti dahulu kala. 



Lain halnya dengan di desa, anak-anak terutama anak-anak Lindu pasti sering sekali menyaksikan setengah lingkaran dengan spektrum warna-warni menghiasi langit di atas danau Lindu yang sungguh cantik. Selama kami mengabdi di Lindu sudah banyak kali kami saksikan pelangi yang sungguh cantik melengkung tersenyum memperindah pesona danau Lindu. Kondisi geografis Lindu membuat curah hujan di Lindu cukup tinggi dan sekali hujan maka hujan akan turun dengan begitu deras. Air-air yang masuk ke rumah-rumah akan beribah menjadi coklat karena air yang digunakan adalah air yang bersumber dari sungai yang bersasal langsung dari nata air gunung.

Pelangi ibarat sebuah hadiah yang Allah SWT berikan pasca Dia turunkan jutaan rintik air ke bumi yang membuat manusia harus menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu, berteduh dari derasnya hujan yang turun. Terkdang timbul rasa mengeluh karena harus menunda pekerjaan disebabkanb hujan turun, tetapi sesungguhnya Allah SWT sedang memberikan rahmatNya dengan membasahi bumi agar tanaman-tanaman tumbuh subur, berbunga, hiungga berbuah yang mana hadilnya akan dinikmati oleh manusia itu sendiri. Bahkan Allah SWT memberikan sesuatu yang lebih dengan diciptakanNya pelangi yang sungguh luar biasa cantiknya dan hanya Yang Maha Hebatlah yang mampu menciptakannya. Sudah seharusnya kita harus belajar mengubah cara berpikir kita, cara kita melihat sesuatu dengan ebih bijak. Selalu berbaik sangka dengan Allah SWT karena Allah SWT memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan. Boleh jadi itu baik untuk kita tetapi menurut Allah SWT tidak, justru sebaliknya. 
Banyak hal dari alam yang mampu kita ambil hikmahnya dalam pembelajaran hidup kita. Burung yang terbang, pohon yang tumbuh menjulang, angin yang mengoyak daun-daun yang awalnya tenang, semua ada hal yang bisa kita resapi maknanya. Di tengah kepenatan pikiran atas segala rutinitas yang seallau di jalani setiap hari, mengyisihkan waktu untuk berdamai dengan alam bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan semangat kembali memulai suatu aktivitas. Ilmu Allah SWt terbentang luas di seluruh jagat raya ini maka pandai-pandailah kita sebagai manusia yang paling tinggi derajatnya untuk bisa mendapatkan ilmu itu. Perbanyak bersyukur agar Allah SWT tambahkan nikmatnya lebih..lebih...dan lebih... Alhamdulillah..
~Yunita Junior~

Sabtu, 28 Februari 2015

Bulan Februari, Bulan Vitamin A


Mendapat informasi bahwa bulan Februari adalah bulan vitamin A, para ibu se-Kecamatan Lindu berbondong-bondong datang ke posyandu di dusun/desa masing-masing dengan membawa bayi dan balitanya untuk mendapatkan vitamin A. Tak ayal bulan ini di posyandu terlihat lebih ramai. Selain karena ada kegiatan tambahan yaitu vitamin A sementara kegiatan lainnya seperti timbang berat badan, ukur panjang/tinggi badan, imunisasi, ANC bumil tetap berjalan. Melakukan pemberian vitamin A tidak semudah yang dibayangkan terutama bagi bayi/balita yang belum pernah mendapatkan vitamin A sebelumnya. Respon dari balita atau bayi biasanya menangis. Kalau sudah menangis akan sulit untuk membuatnya membuka mulut sehingga harus sedikit dipaksa untuk mau membuka mulut.
Pemberian vitamin A di Posyandu
Tim Pencerah Nusantara Lindu angkatan 3 memulai perjalanan posyandu bulan ini dari dusun Wongkodono hingga dusun Tomado bersama dengan petugas Puskesmas. Kami mendampingi posyandu dengan penuh semangat dan antusias karena Puskesmas Lindu menargetkan semua bayi dan balita harus mendapat vitamin A di posyandu. Peran kader posyandu begitu dibutuhkan untuk mengetahui bayi dan balita yang terdaftar di posyandu tersebut. Kader adalah yang paling dekat dengan masyarakat sehingga mengetahui siapa nama-nama bayi dan balita yang ada di Posyandu. Meskipun telah diumumkan di masjid, gereja, bahkan didatangi per rumah masih ada beberapa yang tidak hadir sehingga vitamin A dititipkan pada kader untuk diberikan pada bayi/balita yang belum mendapatkan.

Kader Posyandu memberikan vitamin A
Cakupan D/S yang cukup tinggi pada bulan ini tak lepas dari peran kepala dusun pasca komitmen bersama yang dibuat untuk bekerja bersama membangun posyandu di dusun masing-masing. Ini merupakan dampak positif yang harus terus dilanjutkan untuk menjadikan perlahan posyandu di dusun masing-masing menjadi posyandu mandiri. Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika semua sektor bisa bekerja sama.
Pada saat pelaksanaan Posyandu, Kadus III Anca dan Kades Tomado turut datang ke posyandu untuk melihat keberjalanan posyandu. Suatu hal yang membuat bahagia karena hal ini menunjukkan perhatian mereka pada posyandu yang memang menjadi ujung tombak kesehatan mandiri di masyarakat. Satu hal lagi yang penting kini Desa Tomado telah memiliki gedung posyandu sendiri. Jadi di kecamatan Lindu telah ada 2 posyandu yang memiliki gedung sendiri. Hal ini membuat keyakinan perlahan posyandu akan sejahtera dan masyarakat menyadari kebutuhan mereka akan posyandu.


 YunitaJunior  

Rapat Lintas Sektor dengan Kepala Dusun


Tatanan masyarakat yang sejahtera tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Peranan kepala dusun sangatlah penting karena merupakan tokoh masyarakat terkecil dalam tatanan masyarakat. Masyarakat desa umumnya masih terikat dengan norma dan aturan-aturan dan tunduk dengan pemimpinnya. Puskesmas Lindu memanfaatkan ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan Ibu dan Anak. Pada tanggal 10 Februari 2015 Kepala Puskesmas mengundang Camat Lindu dan seluruh Kepala Desa serta Kepala Dusun se-kecamatan Lindu. Pada Kesempatan itu Kepala Puskesmas menyampaikan kondisi terkini mengenai kesehatan ibu dan anak Anak-anak merupakan generasi penerus kita sehingga perhatian kita terhadap ibu dan anak sangatlah penting, jangan sampai ada kasus gizi buruk yang tidak diketahui oleh Kepala Dusun”. Kepala Puskesmas juga menyampaikan bahwa posyandu merupakan sarana yang sangat penting untuk melihat kesehatan ibu dan anak. Setelah pemaparan mengenai kesehatan ibu dan anak, kepala dusun menyampaiakan harapan dan pendapatnya terhadap kesehatan ibu dan anak serta bersedia membuat komitmen bersama. Berikut isi Komitmen Bersama Kepala dusun se-kecamatan Lindu:
Ns. Nahla membuka acara rapat
Diskusi dan tanya jawab dengan para kepala dusun 
KOMITMEN BERSAMA
KEPALA DUSUN SE-KECAMATAN LINDU

Kami Kepala Dusun se-Kecamatan Lindu berkomitmen bahwa:
1. Setiap Kepala Dusun mendatangi atau mengumumkan kepada setiap KK untuk menghimbau agar bayi dan balitanya di bawa ke Posyandu
2.  Setiap bulan sebelum jadwal Posyandu, Kepala Dusun mengingatkan kader untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Posyandu.
3. Setiap bulan, Kepala Desa memberikan insentif kepada Kader Posyandu
4. Kepala Dusun tidak membenarkan ibu hamil melakukan persalinan di rumah.
5. Kepala Dusun mengkoordinir keaktifan kader Posyandu setiap bulan
6. Setiap kader harus mendapatkan SK dari Kepala Desa
7. Kepala Dusun berperan aktif dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas/Polindes
Lindu, 10 Februari 2015

Kepala Dusun 1 Anca menandatanani Komitmen bersama

Kepala Dusun Lembosa menandatanani Komitmen bersama


 Ns.  Nahla Jovial Nisa, S.Kep




Kamis, 22 Januari 2015

Promkes Menyongsong Bulan Vitamin A


Dalam rangka menyambut bulan vitamin A yang jatuh pada bulan Februari, puskesmas Lindu bersama Pencerah Nusantara 3 melakukan promosi kesehatan vitamin A di posyandu se kecamatan Lindu. Dengan adanya penyampaian promosi kesehatan tentang vitamin A, harapannya masyarakat akan banyak hadir di posyandu bulan Februari serta adanya imput ilmu tentang vitamin A. Materi yang disampaikan meliputi apa itu vitamin A, fungsi vitamin A, jenis vitamin A, kepada siapa vitamin A diberikan, bahan makanan yang banyak mengandung vitamin A, akibat kekurangan vitamin A, dan dimana mendapatkan vitamin A.

Vitamin A merupakan vitamin yang sangat penting diberikan untuk bayi, balita serta ibu nifas. Kapsul biru 100.000 IU untuk bayi usia 6-11 bulan sementara kapsul merah 200.000 IU untuk balita usia 12-59 bulan dan ibu nifas. Kebanyakn yang sering dilupakan adalah pemberian vitamin A pada ibu nifas yaitu 1 kapsul segera setelah persalinan dan satu kapsul lagi untuk hari berikutnya. Palimng lambat diebrikan42 hari pasca persalinan.pemberian 2 kapsul vitamin A pada ibu nifas dikarenakan  Pemberian 1 kapsul Vitamin A merah cukup untuk meningkatkan kandungan Vitamin A dalam ASI selama 60 hari, Pemberian 2 kapsul Vitamin A merah diharapkan cukup menambah kandungan Vitamin A dalam ASI sampai bayi berusia 6 bulan, Kesehatan ibu cepat pulih setelah melahirkan, Mencegah infeksi pada ibu nifas.
Ibu-ibu menimbang anaknya di Posyandu Puro'o
Ns. Nahla menjelaskan pentingnya Vitamin A di Posyandu Puro'o

drh, Rahma memberikan Penyuluhan Vit A kepada Ibu-ibu di Anca
Cakupan vitamin A untuk bayi, balita, serta ibu hamil di kecamatan Lindu ada 550 jiwa untuk bulan Februari 2015. Puskesmas sendiri menargetkan 100% cakupan tercapai dan harapannya semoga tidak ada keterlambatan dalam distribusi vitamin A. Masyarakat merespon baik penyuluhan yang disampaikan dengan adaya pertanyaan-pertanyaan tentang vitamin A serta kesehatan mata. Kader pun juga siap bekerja sama dengan puskesmas untuk mensukseskan targetan vitamin A puskesmas. Kerjasama yang terjalin membuat optimis tergetan akan bisa tercapai. Semangat Lindunesia!


~bid. Yunita~

Sabtu, 03 Januari 2015

MEWUJUDKAN LANSIA POTENSIAL


Era globalisasi di Indonesia setidaknya mengalami kemajuan dalam berbagai bidang, seperti bidang ekenomi, perbaikan lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dibidang kesehatan. Imbasnya, dibidang kesehatan terjadi peningkatkan kualitas kesehatan manusia sehingga adanya penambahan umur harapan hidup. Ini juga memberikan efek kepada peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) dan cenderung bertambah lebih cepat. Pada tahun 2020 diperkirakan jumlah lansia mencapai 28,8 juta (11%) dari total populasi penduduk. Oleh sebab itu, masalah lansia tidak boleh diabaikan karena kesejahteraan lansia adalah tangggung jawab semua pihak baik pemerintah atau masyarakat bahkan keluarga, khususnya bagi tim Pencerah Nusantara Lindu. Tim Pencerah Nusantara setiap bulannya melakukan Posyandu Lansia. Berjalan cukup jauh dengan keadaan jalan rusak, hujan deras, tidak mengubur semangat tim PN bersama petugas Puskesmas Lindu menuju tempat Posyandu.

Pengobatan Lansia oleh Ns. Rezi bersama teman-teman PN

Di Posyandu, pelayanaan yang diberikan antara lain pemantauan status kesehatan lansia melalui pemeriksaan berat badan, tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan laboratorium dengan kelompok lansia beresiko seperti gula darah, kolesterol dan asam urat, serta pengobatan oleh Ns.Rezi, Ns.Nahla dan drh.Rahma. Membuka pelayanan dengan memberikan pendidikan kesehatan berkelompok, membuat suasana posyandu lebih ceria.
Pemberian Promkes Berkelompok sesuai dengan kelompok gejala yang dialami: Hipertensi
Pemberian Promkes Perorangan oleh Ns.Rezi
Suasana ceria saat Posyandu berlangsung




Memberikan obat tanpa mengobati hati lansia, bukanlah seorang Perawat Komunitas bagi Ns.Rezi. Memotivasi, tersenyum dan tertawa bersama lansia saat pelayanan berlangsung, akan memberikan komposisi untuk penentuan kesuksesan terapi. Bersama tim, menjadikan lansia yang potensial tanpa merepotkan orang sekitar tujuan Pencerah Nusantara bagi wanita dan pria senja ini.
~ Ns.Rezi Mawaldi,S.Kep ~