Tampilkan postingan dengan label Manajemen Puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Puskesmas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

Hari Terampil : BASIC TRAUMA LIFE SUPPORT


Peningkatan mutu pelayanan puskesmas maksimal merupakan tujuan seluruh puskesmas yang ada di Indonesia. Begitu juga yang dilakukan Puskesmas Lindu dengan dataran yang memiliki askes sulit, tepatnya di tengah Hutan Lore Lindu. Hari terampil adalah salah satu ajang untuk bertukar fikiran antar petugas. Mulai dari pemecahan kasus dengan alat yang terbatas, hingga penanganan darurat yang mungkin serta pernah muncul dihadapan petugas sendiri. Kali ini temanya adalah penanganan darurat pada pasien trauma.
Refreshing materi oleh Ns. Rezi

Sharing ilmu yang dilakukan oleh Perawat Melvin
Imobilisasi Patah Tulang




~Ns. Rezi~

LEMBOSA BERDUKA

Masih ingat cerita Lembosa dengan “Kebohongan Seorang Istri untuk Imunisasi Anak”???. Perkembangan yang luar biasa. Komitmen itu mereka jalani dengan sungguh-sungguh. Lain hal untuk Lembosa, kali ini berduka akibat kematian bayi ditolong oleh dukun. Tak ada yang bisa untuk disalahkan, sisi lemah ada ditiap sisi. Akses sulit, jalan licin setapak, polindes jauh dari jangkauan masyarakat, didalam hutan, dikelilingi pepohonan, tak ada listrik dan ingin melahirkan dimalam hari. Inilah tugas dari kita, agar dapat menekan angka kematian bayi.



Rapat koordinasi, langkah utama dalam pemecahan masalah. Mengambil keputusan bersama, berkomitmen demi menekan angka kesakitan bahkan kematian dari ibu dan bayi. Membuat rumah singgah serta memberdayakan sumberdaya yang ada merupakan alternatif yang ada disekeliling mereka. Biarlah lampu tidak ada, jalan datarpun juga tidak ada, tetapi kepedulian & kebersamaan mengikat mereka.
“Benih sadar akan menyentuh hati, jika duri telah melukai diri”.
~Ns. Rezi~

Jumat, 10 Juli 2015

Lokmin bersama Bidang P2PL Kabupaten Sigi :Persiapan Deklarasi Stop BABS



Surat Peraturan Presiden dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarak terkait dengan air bersih dan stob buang air besar sembarangan pada tahun 2014 memberikan dampak kepada Puskesmas. Puskesmas menjadi corong agar dapat mewujudkan cita-cita tersebut. Minimal dalam satu tahun satu desa dapat stop BABS. Namun, pada kenyataan ini tidak mudah, sejak lama sudah diupayakan bersama lintas sektor di Kecamatan Lindu. Hingga saat ini ada 3 dari 4 desa yang stop BABS. Oleh karena itu akan diadakan deklarasi STOP BABS se-Kabupaten Sigi yang akan diawali di Kecamatan Lindu. Kecamatan Lindu mendapat kehormatan untuk mengawali deklarasi ini. Persiapan dimulai dengan diadakannya lokmin bersama dengan bagian P2PL.
 
P2PL Kabupaten Sigi
Kegiatan tersebut menjadi momen untuk menyampaikan esensi dari kegiatan tersebut dan perencanaan teknis yang akan dilakukan. Sekaligus verifikasi oleh dinas kesehatan di lapangan mengenai Stop BABS di 3 Desa tersebut. Setelah melalui verifikasi dinyatakan bahwa 3 desa tersebut dapat dieklarasikan sebagai desa Stop BABS. Kegiatan Deklarasi ini akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2015 di Desa Anca dengan menampilkan drama dan juga lagu stop BABS. Kegiatan ini akan dilakukan secara bersama-sama oleh lintas sektor, pemerintah desa, puskesmas, dan dinas kesehatan.
Harapannya melalui kegiatan ini memicu desa lain untuk melakukan upaya Stop BAB Sembarangan. Saat ini masih ada dua desa yang masih terkendala dalam mewujudkan desa bebas BABS. Dukungan dari berbagai pihak akan mendorong terwujudnya cita-cita tersebut. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan member dampak besar bagi derajat kesehatan di Kecamatan Lindu.


~Ns. Nahla~

Selasa, 24 Maret 2015

Hari Terampil : Peningkatan Keterampilan Tenaga Kesehatan Puskesmas Lindu



Belajar dari buaian hingga ke liang kubur, begitulah kata pepatah. Pepatah satu ini sangat tepat untuk menggambarkan bahwa setiap manusia harus belajar terus menerus. Setiap waktu ilmu pengetahuan berkembang menjadi lebih maju dan lebih baik. Tenaga kesehatan dalam hal ini perlu melakukan peningkatan kemampuan diri baik itu teori dan skill agar mumpuni dalam menangani pasien dan dapat memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Hal inilah yang melatarbelakangi Pencerah Nusantara bekerjasama dengan Puskesmas Lindu untuk melaksanakan kegiatan Hari Terampil setiap bulannya. Kegiatan ini merupakan wadah bagi petugas untuk saling berbagi dan mengulang kembali pengetahuan yang pernah didapat saat di bangku kuliah ataupun saat pelatihan dari dinas. Selain itu kegiatan ini menjadi wadah untuk menambah pengetahuan baru.

Selasa, 24 Maret 2015 di Pagi hari yang cerah semua petugas yang hadir berkumpul di ruangan pertemuan Puskesmas untuk melaksanakan kegiatan Hari Terampil. Semua petugas saling membantu untuk mempersiapkan kegiatan ini mulai dari menghidupkan listrik melalui mesin generator, hingga mempersiapkan infocus untuk presentasi. Kegiatan diawali dengan pretest yang telah disiapkan oleh Pencerah Nusantara. Semua petugas focus mengerjakan soal dan sesekali mencoba mengingat-ingat pelajaran yang telah lampau.
Petugas serius mengerjakan soal pretest

Setelah selesai kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai manajemen cairan. Secara sederhana dan mendalam Ns. Nahla mengajak petugas mendiskusikan kegunaan cairan-cairan yang ada di Puskesmas. Di sela-sela diskusi petugas bertanya mengenai kasus-kasus yang pernah di dapatkan. Setelah itu bersama petugas mempraktekan penggunaan cairan yang tepat yaitu MgsO4 untuk penanganan ibu hamil kejang eklampsia. Tidak lupa penghitungan cairan pada bayi dan balita juga didiskusikan bersama yaitu penanganan dehidrasi berat pada bayi. Selain itu penanganan syok hipovelomik juga menjadi bahan menarik yang didiskusikan. Kegiatan juga disertai dengan mengerjakan contoh kasus yang ditampilkan kepada petugas.
Mendiskusikan contoh kasus terkait cairan
Setelah selesai mendiskusikan materi manajemen cairan dilanjutkan dengan istirahat bersama minum teh dan snack. Kegiatan selanjutnya yaitu demonstrasi penggunaan EKG dan interpretasi sederhana. Puskesmas Lindu sejak lama telah memiliki alat EKG sehingga dapat digunakan untuk merekam jantung pada pasien yang diindikasikan. Salah satu petugas diminta untuk mempraktekan cara penggunaan alat dan cara merekam. Setelah selesai masing-masing mencoba dan mengingat cara penggunaannya. Interpretasi sederhana EKG didiskusikan sambil melihat kertas EKG. Setelah kegiatan selesai selanjutnya dilakukan post test. Dari Hasil Post test rata-rata nilai Petugas yaitu 80 dari pretest 40. Hore!! Selamat!
Perawat Ros mempraktikan penggunaan EKG
Semua belajar cara penggunaan alat

Belajar Interpretasi EKG normal




Selanjutnya kegiatan Hari Terampil bulan depan akan diadakan dengan materi Basic Life Support yang akan diberikan oleh Petugas Puskesmas. Kegiatan hari terampil kedepannya diharapkan dapat berjalan continue dengan pengisi materi yaitu dari petugas, petugas akan sharing materi yang pernah di dapatkan dari pelatihan di dinas kesehatan. Hidup Lindunesia!

Sabtu, 28 Februari 2015

Rapat Lintas Sektor dengan Kepala Dusun


Tatanan masyarakat yang sejahtera tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Peranan kepala dusun sangatlah penting karena merupakan tokoh masyarakat terkecil dalam tatanan masyarakat. Masyarakat desa umumnya masih terikat dengan norma dan aturan-aturan dan tunduk dengan pemimpinnya. Puskesmas Lindu memanfaatkan ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan Ibu dan Anak. Pada tanggal 10 Februari 2015 Kepala Puskesmas mengundang Camat Lindu dan seluruh Kepala Desa serta Kepala Dusun se-kecamatan Lindu. Pada Kesempatan itu Kepala Puskesmas menyampaikan kondisi terkini mengenai kesehatan ibu dan anak Anak-anak merupakan generasi penerus kita sehingga perhatian kita terhadap ibu dan anak sangatlah penting, jangan sampai ada kasus gizi buruk yang tidak diketahui oleh Kepala Dusun”. Kepala Puskesmas juga menyampaikan bahwa posyandu merupakan sarana yang sangat penting untuk melihat kesehatan ibu dan anak. Setelah pemaparan mengenai kesehatan ibu dan anak, kepala dusun menyampaiakan harapan dan pendapatnya terhadap kesehatan ibu dan anak serta bersedia membuat komitmen bersama. Berikut isi Komitmen Bersama Kepala dusun se-kecamatan Lindu:
Ns. Nahla membuka acara rapat
Diskusi dan tanya jawab dengan para kepala dusun 
KOMITMEN BERSAMA
KEPALA DUSUN SE-KECAMATAN LINDU

Kami Kepala Dusun se-Kecamatan Lindu berkomitmen bahwa:
1. Setiap Kepala Dusun mendatangi atau mengumumkan kepada setiap KK untuk menghimbau agar bayi dan balitanya di bawa ke Posyandu
2.  Setiap bulan sebelum jadwal Posyandu, Kepala Dusun mengingatkan kader untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Posyandu.
3. Setiap bulan, Kepala Desa memberikan insentif kepada Kader Posyandu
4. Kepala Dusun tidak membenarkan ibu hamil melakukan persalinan di rumah.
5. Kepala Dusun mengkoordinir keaktifan kader Posyandu setiap bulan
6. Setiap kader harus mendapatkan SK dari Kepala Desa
7. Kepala Dusun berperan aktif dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas/Polindes
Lindu, 10 Februari 2015

Kepala Dusun 1 Anca menandatanani Komitmen bersama

Kepala Dusun Lembosa menandatanani Komitmen bersama


 Ns.  Nahla Jovial Nisa, S.Kep




Lokakarya Mini Bulan Januari Di Puskesmas Lindu


Setelah pada awal tahun, tanggal 6 Januari 2015 diadakan rapat awal tahun Puskesmas, pada akhir bulan Januari diadakan lokmin bulanan. Lokmin merupakan sarana Puskesmas untuk mengevaluasi kegiatan bulanan dan merencakan kegiatan bulan berikutnya. Agenda besar pada bulan Januari adalah persiapan Bulan Vitamin A pada bulan Februari dan evaluasi program wajib serta program pengembangan Puskesmas. Puskesmas Lindu memiliki enam program wajib yaitu: Pengobatan dasar, Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Lingkungan, Pemberantasan Penyakit Menular, dan Upaya Perbaikan Gizi. 
Kepala Puskesmas Lindu memberikan arahan kepada petugas Puskesmas Lindu

Selain itu Puskesmas Lindu memiliki program pengembangan yaitu surveilans, usaha kesehatan dan kesehatan gigi sekolah,  program lansia, dan Imunisasi. Kepala Puskesmas pada kesempatan tersebut mengapresiasi kinerja staff pada bulan Januari, beliau berharap agar semua petugas terus menjaga komitmen untuk menyerahkan laporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten tepat waktu.

Selanjutnya, agenda dalam lokmin adalah laporan dari masing-masing program, baik program wajib dan program pengembangan. Pemegang program upaya perbaikan gizi yang juga membina posyandu menyampaikan bahwa D/S bayi dan balita di Kecamatan Lindu belum mencapai target yang diharapkan. Selain itu, masih terdapat gizi buruk di dataran Lindu yang akan diintervensi. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas menyampaikan bahwa kemitraan lintas sektor perlu dibangun yaitu bekerja sama dengan kepala dusun. Oleh karena itu, disepakati akan ada pertemuan dengan seluruh Kepala Dusun se-Kecamatan Lindu pada tanggal 10 Februari 2015.
Bidan Yunita menyampaikan kondisi gizi dan posyandu terkini
Suasana saat Lokmin berlangsung

Laporan kunjungan dan pemakaian obat juga menjadi topik yang didiskusikan, pemegang gudang obat berharap adanya ketertiban laporan kunjungan sehingga laporan Puskesmas Lindu semakin baik kedepannya. Selain itu kegiatan lansia diharapkan oleh kepala Puskesmas untuk terus dilakukan oleh petugas setiap bulannya. Sebelum ditutup Kepala Puskesmas memotivasi staff untuk giat bekerja dan pantang menyerah. Kegiatan ditutup dengan makanan kecil dan minum teh bersama. Semangat Lindunesia!!



Selasa, 06 Januari 2015

Marice: Sang Jurim Lindu

Berkenalan dengan Perawat Marice yang kecil dan ceria ini merupakan suatu kebanggaan bagi Pencerah Nusa. Pasalnya, Sejak tahun 2011 ia ditugaskan sebagai Juru Imunisasi dengan kondisi fasilitas yang sangat minim. Vaksin dengan kulkas kompor minyak tanah  pernah ia jaga selama lebih dari setahun “Dulu, dirumah setiap malam saya harus melihat minyak untuk memastikan suhunya tetap sama, terkadang banyak vaksin yang rusak”. Hal ini terjadi karena belum adanya kulkas vaksin dengan tenaga surya. Maklum saja, kondisi Lindu yang belum memiliki listrik membuat kulkas vaksin yang dibutuhkan lebih baik. Pada tahun 2012 kulkas vaksin akhirnya diberikan oleh Dinas Kesehatan Sigi kepada Puskesmas Lindu.


Perawat Marice mendokumentasikan sasaran Imunisasi
 Sejak itu Perawat Marice semakin termotivasi dan semangat untuk memberikan vaksin kepada masyarakat Lindu. Posyandu setiap bulan yang dilakukan di semua dusun di Lindu dijadikan saran untuk memberikan vaksin kepada  bayi-bayi. Meskipun statusnya masih sebagai tenaga PTT (Pegawai Tidak Tetap), ia selalu semangat menjalankan tugasnya sebagai Jurim. “anak-anak Lindu harus mendapatkan vaksin agar terhindar dari penyakit di masa akan datang” katanya.

Suatu kali kami bersama dengan  Perawat Marice pergi ke Posyandu Wongkodono. Wongkodono adalah salah satu Dusun Sulit yang harus ditempuh dengan ketinting dan berjalan kaki selama satu jam. Perawat Marice dan kami akhirnya berjalan kaki selama satu jam dan tiba di dusun. Disana Perawat Marice memotivasi ibu-ibu untuk memperhatikan status imunisasi anak-anaknya. Lalu, Perawat Marice memberikan  imunisasi kepada tiga bayi. Setelah memberikan imunisasi ia juga mengedukasi ibu-ibu untuk memperhatikan kondisi anak pasca imunisasi dan memberikan obat jika anak panas.
Perjalanan Pencerah Nusa dengan Petugas Puskesmas Lindu
Perawat Marice sedang memberikan imunisasi di dusun sulit Wongkodono
Kesedihan juga pernah dialami oleh Perawat Marice ketika ada satu dusun yang masyarakatnya tidak mau diimunisasi, yaitu Dusun Lembosa. Ia menyampaikan kepada petugas lainnya dan Pencerah Nusa untuk tetap membawa vaksin meskipun sedikit dan perlahan-lahan mengedukasi orang tua agar anaknya diimunisasi. Berkat kegigihan dan kesabarannya semua petugas, akhir-akhir ini ada 3 bayi yang mau diimunisasi di Dusun Lembosa.

Bagi Perawat Marice menjadi Jurim adalah tugas yang memberikan manfaat besar terhadap dirinya dan masyarakat. Pendekatan bahasa dan kebudayaan juga ia rasa penting dalam memberikan imunisasi bagi anak-anak. Selain itu kerjasama dengan petugas lainnya dapat mewujudkan UCI. Universal Coverage Imunization di Lindu merupakan harapan terbesar Perawat Marice kedepannya.
~Ns.Nahla Jovial Nisa~

Minggu, 12 Mei 2013

Mini Lokakarya:Upaya Peningkatan Managemen Puskesmas



Sesuai dengan amanat SKN 2004, dimana Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan tingkat pertama, yang dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya. Sehingga perlu didukung oleh kemampuan manajemen yang baik. Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. Penerapan manajemen pergerakan pelaksanaan dilakukan melalui forum pertemuan yang dikenal dengan Mini Lokakarya atau Lokakarya Mini. Salah satu mini loka karya yang dilakukan Puskesmas adala Mini Loka karya Lintas program yang berfungsi untuk memantau pelaksanaan kegiatan Puskesmas berdasarkan perencanaan dan memecahkan masalah yang dihadapi serta tersusunnya rencana kerja baru. 

Mini Lokakarya Lintas Program Bulanan Puskesmas Lindu

Rabu, 10 April 2013

Kantung Persalinan untuk Ruang KIA Puskesmas Lindu

Puskesmas Lindu belum punya kantung persalinan. sedangkan bidan desa hanya 1 yang mempunyai kantong persalinan yang terbuat dari karton, sedangkan 3 bidan desa lainnya dulu punya kantung persalinan, namun sejak memakai kohort,  mereka tidak lagi memakai kantung persalinan. sebenarnya ide membuat kantung persalinan ini sudah ada sejak Desember lalu, saat saya dan dr.gungwik membongkar puskesmas yg lama untuk mencari buku pelatihan kader, akhirnya kami menemukan kantung wasiat KB yang tidak terpakai . Namun karena banyaknya kegiatan, baru terealisasi pada awal april ini. seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya disini, bahwa ibu hamil sebelumnya tidak mau melahirkan dipuskesmas, mereka lebih suka memanggil tenaga kesehatan ke rumah dan melahirkan di rumah. namun sejak kami membantu 3 ibu hamil melahirkan di puskesmas, banyak ibu hamil yang lain yang sudah berencana untuk melahirkan di puskesmas dan di Lindu sering terjadi kehamilan yang lewat bulan/post date/post term, sehingga di Puskesmas perlu ada kantung persalinan.

Kantung persalinan adalah kain berukuran kurang lebih 60×60 cm, dengan tempelan seperti saku temple sejumlah dua belas buah dan bertuliskan nama-nama bulan. Kantong bersalinan berfungsi untuk memudahkan bidan mengetahui siapa saja yang akan bersalin bulan tersebut. namun karena kami menggunakan kantung wasiat KB yang hanya terdiri dari 6 kantung, sehingga perlu dimodifikasi, dari bahan yang tidak terpakai menjadi barang yang lebih bermanfaat untuk kesehatan ibu dan anak.
bidan hasna sedang menggunting kertas untuk menyulap kantung wasiat KB menjadi Kantung persalinan

Jumat, 05 April 2013

OPTIMALISASI REKAM MEDIS DAN FARMASI

Puskesmas Lindu sudah memiliki family folder/ rekam medis, hanya saja letak family foldernya tidak berurutan, sehingga sering merasa kesulitan saat meregistrasi pasien yang ingin berobat. Rekam medis menjadi suatu yang sangat penting untuk sebuah puskesmas dimana disana tertulis riwayat penyakit dahulu, dan terapi yang pernah diberikan, sehingga memberikan kemudahan untuk dokter, bidan, dan perawat untuk memberikan pengobatan kepada pasien. oleh karena itu kami merasa perlu melakukan optimalisasi rekam medis. Sehingga siang itu setelah jam Puskesmas selesai kami bersama staf puskesmas membereskan rekam medis menyusunnya sesuai abjad. Hasilnya bisa dilihat di foto-foto berikut ini.

Perawat agrisna dan marice, staf puskesmas Lindu sedang menyusun family folder berdasarkan abjad