Tampilkan postingan dengan label Program kemitraan strategis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program kemitraan strategis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

MENUJU DEKLARASI STOP BABS

Pemain drama sepenggal STOP BABS
Lindu, memiliki 5 desa antara lain Puroo, Langko, Tomado, Anca dan Olu. Disetiap desa memiliki criteria sanitasi antara lain ada yang memiliki sanitasi yang tinggi bahkan rendah. Saat ini, Desa Puroo, Tomado dan Anca dikategorikan Sanitasi Tinggi dalam sektor kepemilikan jamban, akses buang air bersih dan peningkatan derajat kesehatan yang ditularkan melalui kotoran manusia. Survey telah dilakukan oleh Dinas Prov.Sulteng beserta Dinkes Kab. Sigi, pekan lalu. Inilah dasar bahwa diadakannya Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di 3 Desa.


Ketiga desa ini bukan desa PAMSIMAS. Mereka secara mandiri dalam menyadari pentingnya kesehatan. Letak geografis,sangat mendukung dan rawan untuk buang air besar di semberang tempat. Mulai dari desa Puroo yang dikelilingi kebun coklat/kopi, Desa Tomado dan Anca yang terletak di tepi Danau Lindu. Ini menjadikan landasan bahwa kesadaran akan kesehatan sangat menjadikan keluarga mereka lebih baik.

Proses seleksi pemain drama STOP BABS bersama Petugas Puskesmas
Antusias anak-anak dalam memainkan peran
Persiapanpun dimulai. Teknis acara yang dipersiapkan oleh Gervin selaku Petugas Puskesmas didampingi Bpk. Arwin. Perlengkapan yang akan diambil alih oleh Desa Anca, Konsumsi akan dirancang oleh DinKes Kab Sigi dll. Tak lupa, melibatkan anak sekolah untuk memeriahkan acara Deklarasi. Sepenggal drama akan dipentaskan oleh mereka, bahkan menciptakan lagu “STOP BABS”. Antusias mereka memikirkan dialog dalam darama, terlihat ketika latihan. Kecil namun berbakat. TOTALITAS BUANGEET..!!!

 Lagu 1:              
“Desa Anca, desa yang sehat.
Desa sehat, bebas dari BABS.
Buang air dijamban, tak disembarang tempat.
Desa Anca, desa yang sehat.
Aku terhindar dari penyakit.
Berak-berak dan muntah-muntah
Aku tak gampang sakit, Stop BABS sekarang juga
Tidak lupa mencuci tangan”

Lagu 2
“Tatap Lindu yang asri, desa kami yang bersih
Stop BAB disembarang tempat.
Buang air di jamban, berakhir di septic tank.
Ayooo semua BAB di jamban.
Desa kami desa sehat, desa bersih bebas sakit
Kebersihan tetap kami jaga.
Desa kami … Desa Sehat
Desa kami … Desa Bersih
Desa kami … Jaya Selamanya…
Inspired by : Mustofa AKMIL Malang



Semoga Sukseeessss…


~Ns. Rezi~


LEMBOSA BERDUKA

Masih ingat cerita Lembosa dengan “Kebohongan Seorang Istri untuk Imunisasi Anak”???. Perkembangan yang luar biasa. Komitmen itu mereka jalani dengan sungguh-sungguh. Lain hal untuk Lembosa, kali ini berduka akibat kematian bayi ditolong oleh dukun. Tak ada yang bisa untuk disalahkan, sisi lemah ada ditiap sisi. Akses sulit, jalan licin setapak, polindes jauh dari jangkauan masyarakat, didalam hutan, dikelilingi pepohonan, tak ada listrik dan ingin melahirkan dimalam hari. Inilah tugas dari kita, agar dapat menekan angka kematian bayi.



Rapat koordinasi, langkah utama dalam pemecahan masalah. Mengambil keputusan bersama, berkomitmen demi menekan angka kesakitan bahkan kematian dari ibu dan bayi. Membuat rumah singgah serta memberdayakan sumberdaya yang ada merupakan alternatif yang ada disekeliling mereka. Biarlah lampu tidak ada, jalan datarpun juga tidak ada, tetapi kepedulian & kebersamaan mengikat mereka.
“Benih sadar akan menyentuh hati, jika duri telah melukai diri”.
~Ns. Rezi~

Jumat, 10 Juli 2015

Kader Schistosomiasis Maju Terus!!



Kecamatan Lindu masih merupakan daerah dengan penyakit purba yaitu cacing shistosomiasis yang masuk ke siput kecil bernama oncomelania japonicum. Penyakit ini sudah ada sejak tahun 1800-an dan masih ada hingga sekarang. Di Indonesia daerah yang terdapat cacing shistosomiasis ada dua daerah yaitu Kecamatan Lindu dan Kecamatan Napu yang berada di Sulawesi tengah. Saat ini presentase manusia yang terkena cacing shistosomiasis sekitar 2,1%. Angka ini terus ditekan oleh berbagai pihak melalui pemeriksaan tinja, pengobatan, dan pemberantasan focus. 

Sejak lama kader schistosomiasis dibentuk dalam rangka memberdayakan masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga kesehatan. Kader ini berperan dalam pengumpulan tinja masyarakat yang selalu dilakukan setiap 6 bulan untuk diperiksa di Laboratorium shistosomiasis di kecamatan lindu. Selain itu kader juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggunakan sepatu boot jika ke daerah focus. Saat ini setiap desa minimal memiliki 3-5 kader. 

Kader dan tokoh masarakat berkumpul di Panggung FDL

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Juni yang lalu melakukan kegiatan “Penguatan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Shistosomiasis di Dataran Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah”. Kegiatan ini mengundang tokoh adat, kader, masyarakat umum, tokoh agama, dan perangkat desa. Dalam kegiatan tersebut berbagai pihak menyampaikan pandangan dan usulan kedepannya untuk menekan angka schistosomiasis pada manusia. Pertanyaan-pertanyaan juga disampaikan kepada dinas kesehatan. Kader juga menyampaikan usulan – usulan dan menyatakan bahwa semuanya tetap semangat melakukan perannya sebagai kader dalam hal ini mengumpulkan sampel tinja masyarakat untuk diperiksakan. Meski kader sendiri mengalami hambatan karena mungkin sebagian masyarakat merasa bosan harus selalu memeriksakan diri, akan tetapi kader tidak henti menyampaikan pentingnya memeriksakan diri dan mengobatinya. Kegiatan diakhiri dengan pernyataan untuk saling berkomitmenbersatu padu menggerakan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.~Ns. Nahla~
Kepala Bidang P2PL sedang memberikan kata sambutan



Sabtu, 20 Juni 2015

Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Sapi Bali



Kesehatan manusia tentunya tidak lepas dari peran berbagai aspek, salah satunya yaitu kesehatan hewan. Dalam upaya tersebut, Pencerah Nusantara Lindu angkatan 3 berkesempatan memberikan penyuluhan kepada Kelompok Ternak Suka Maju yang ada di Desa Anca, Kecamatan Lindu.
Penyuluhan disampaikan oleh Pemerhati Kesehatan Pencerah Nusantara Lindu, drh. Rahma Isna Saidah. Penyuluhan ini dihadiri oleh Ketua BP3K Lindu, pemerintah desa Anca, pengurus dan anggota kelompok ternak Sukamaju, serta terbuka untuk seluruh masyarakat secara umum.
drh.Rahma memberikan penyuluhan pada kelompok ternak desa Anca
 
Baik laki-laki maupun perempuan datang dengan semangat menimba ilmu
Dalam sambutannya, Sujarno, Kepala Desa Anca, menyampaikan harapannya yang begitu besar terhadap penertiban ternak yang ada di dataran Lindu, khususnya di desa Anca.

Ketua BP3K Lindu, Bapak Ratman, yang memfasilitasi terlaksananya penyuluhan tersebut berharap penyuluhan terkait sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan semacam ini dapat terus dilaksanakan dalam rangka memajukan semua sektor tersebut. BP3K Lindu siap memfasilitasi pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan siap mendatangkan pakar dari dinas kabupaten maupun dinas provinsi sebagai pembicara. 
Foto bersama dengan Kades Anca, Ketua Kelompok Ternak, Ketua BP3K, dan anggota kelompok ternak

Sebelumnya, ternak sapi di Lindu berkeliaran bebas, masuk ke area pemukiman warga, ke sawah-sawah, ke kebun-kebun, dll. Sehingga kotoran sapi tercecer dimana-mana. Harapannya, dengan adanya penyuluhan ini mampu menertibkan ternak yang ada di Lindu, dan juga meningkatkan produktivitas ternak, yang semuanya berujung pada satu tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

By Yunita Junior

Jumat, 19 Juni 2015

Desa Anca Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah



Desa Anca menyambut dengan meriah lomba desa tingkat kabupaten

Seperti cerita yang sebelumnya salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat adalah dengan Lomba Desa. Lomba desa menjadi ajang bagi desa untuk berlomba-lomba memperbaiki desanya. Kecamatan Lindu sebelumnya sudah melakukan Lomba Desa tingkat kecamatan yang diikuti oleh empat desa, yaitu Desa Puroo, Desa Langko, Desa Anca, dan Desa Tomado. Berdasarkan penilaian dan kunjungan langsung di lapangan, maka Desa Anca terpilih untuk mengikuti Lomba Desa tingkat Kabupaten, mewakili kecamatan Lindu.

Sebelum bertempur maka perlu dilakukan persiapan terlebih dahulu. Seluruh elemen dan SKPD di Lindu bahu membahu untuk melakukan persiapan di Desa Anca, terutama masyarakat Desa Anca sendiri. Sejak lama Desa Anca memang sudah bagus dan menjadi percontohan desa lain. Masyarakat disana sangat kompak dan mau untuk maju. Tim Pencerah Nusantara  dan Puskesmas Lindu ikut membantu membina persiapan lomba desa terkait bidang kesehatan. Adapun indikator bidang kesehatan yang dilihat adalah angka kematian ibu dan bayi, status gizi balita, dan mengenai air bersih serta jamban. 

Ibu Kepala Desa, Yuliani, yang juga merupakan Staff Puskesmas Lindu menjadi komandan terdepan dalam menggerakan masyarakat ke Posyandu. Sehingga sejak lama posyandu Anca sudah menjadi percontohan di Kecamatan Lindu. Kami mendampingi ibu-ibu kader untuk merapikan posyandu dan membuatnya lebih bagus. Mulailah pembinaan dari melakukan penilaian rumah sehat, administrasi posyandu, dan merefresh kembali pengetahuan ibu kader. Selain itu juga anak-anak dilibatkan untuk membentuk budaya baru mengenai kesehatan dengan menampilkan lagu cuci tangan pakai sabun. Setiap sore kami selalu datang ke Anca dan ikut membantu persiapan. Perawat Aghi yaitu Perawat Desa Anca dengan sigap mengarahkan ibu-ibu kader.
 
Warga antusias melakukan gotong royong untuk persiapan lomba desa
Anak-anak kecil begitu gembira menyambut keramaian lomba desa
PN3 mendampingi kader dan masyarakat dalam persiapan lomba desa tingkat kabupaten
Setelah semuanya siap, maka Lomba Desa mulai. Tim Kabupaten turun langsung untuk melihat lomba desa. Ibu kader juga diuji untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “Untuk melihat bayi itu naik sesuai dengan umur dengan apa?” ibu Made dari kabupaten bertanya, “Dari KBM bu, kenaikan berat badan minimal” kader Merry lantang menjawab. Selain itu rumah sehat juga dilihat untuk melihat semua indikator Perilaku Hidup Sehat, dari makanan bergizi, jamban, air bersih, cuci tangan pakai sabun, dsb. Setelah selesai semua rangkaian penilaian di bidang lain tim kabupaten pulan. Kami menanti-nati hasil pengumuman lomba desa.
 
Penyambutan tim penilai oleh pemudi desa Anca dengan berbusana adat
Persembahan lagu cuci tangan pakai sabun bersama gerakan oleh siswa SD Anca
Kepala Desa Anca menyambut tim penilai lomba desa tingkat kabupaten
Persembahan nyanyian lagu Aku Anak Sehat dan Biji Jambu oleh anak-anak PAUD dengan busana adat
Tim Penilai melakukan penilaian tentang posyandu
Tim Penilai melakukan pencocokan data tentang data posyandu bersama perawat desa
Tim penilai memberikan bimbingan kepada kader sebagai masukan untuk peningkatan posyandu
Setelah menunggu 2 minggu kami mendapat kabar bahwa Lindu mendapat Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sigi dan Posyandu Anca mendapat pujian karena termasuk paling bagus se-kabupaten Sigi. Kabar ini sangat menggembirakan masyarakat Anca, rencananya saat Upacara 17 Agustus akan diserahkan hadiah kepada Desa Anca.

~Ns. Nahla Jovial Nisa~

Sabtu, 28 Februari 2015

Pendampingan ke daerah focus Shistosomiasis


 
Schistosomiasis adalah salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Lindu yang penduduknya sering melakukan aktivitas di luar rumah dan selalu melakukan kontak dengan air ataupun melewati daerah genangan-genangan air yang telah terinfeksi cacing schistosomiasis.
Sampai saat ini, masalah schistosomiasis di Dataran Lindu masih menjadi fenomena masyarakat dan petugas kesehatan. Prevalensi schistosomiasis di Lindu saat ini masih cukup tinggi, yakni sebesar 1,60%. Berbagai upaya medis baik berupa tindakan preventif maupun promotif sudah dilakukan oleh petugas kesehatan setempat dan juga para kader schistosomiasis di kecamatan Lindu.
Perilaku masyarakat dalam mendukung ataupun mencegah terjadinya penularan penyakit sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut. Dengan pengetahuan yang baik terhadap suatu penyakit akan memberikan pengaruh untuk bersikap dan bahkan melakukan tindakan yang mendukung upaya pencegahan penularan terhadap penyakit.
Pada tanggal 9 – 10 Januari, laboratorium Shistosomiasis Lindu kedatangan tamu dari Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasit Indonesia (P4I). Mereka yang datang berasal dari Universitas Brawijaya, Universitas Tadulako, Universitas Padjajaran, dan Universitas Maranata. Oleh penanggung jawab dan kader laboratorium shistosomiasis, Tim Pencerah Nusantara Lindu 3 dimintai bantuan untuk turut mendampingi tamu-tamu tersebut ke fokus shistosomiasis yang lokasinya ada di seberang danau Lindu, tepatnya di daerah Paku.
Mereka datang dalam rangka melihat data terkini mengenai schistosomiasis di Lindu. Salah seorang di antara rombongan yang datang juga sedang dalam rangka pengambilan sampel untuk penyusunan disertasi. Sejauh ini, P4I belum memiliki rencana khusus mengenai follow up dari data terkini schistosomiasis yang telah diperoleh. Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi yang turut mendampingi tim P4I berharap P4I dapat memberikan kontribusi terhadap pemberantasan schstosomiasis di Lindu.

Pemeriksaan keong oncomelania
Koleksi sampel keong oncomelania

Para tamu serius memeriksa keong oncomelania

Menggunakan kapal untuk menuju lokasi fokus shistosomiasis

Persiapan kembali pulang ke Tomado

Pemeriksaan  keong di Laboratorium Shistosomiasis
-Rahma Isna Saidah-