Tampilkan postingan dengan label Manajemen Kesehatan Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Kesehatan Hewan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2015

Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Sapi Bali



Kesehatan manusia tentunya tidak lepas dari peran berbagai aspek, salah satunya yaitu kesehatan hewan. Dalam upaya tersebut, Pencerah Nusantara Lindu angkatan 3 berkesempatan memberikan penyuluhan kepada Kelompok Ternak Suka Maju yang ada di Desa Anca, Kecamatan Lindu.
Penyuluhan disampaikan oleh Pemerhati Kesehatan Pencerah Nusantara Lindu, drh. Rahma Isna Saidah. Penyuluhan ini dihadiri oleh Ketua BP3K Lindu, pemerintah desa Anca, pengurus dan anggota kelompok ternak Sukamaju, serta terbuka untuk seluruh masyarakat secara umum.
drh.Rahma memberikan penyuluhan pada kelompok ternak desa Anca
 
Baik laki-laki maupun perempuan datang dengan semangat menimba ilmu
Dalam sambutannya, Sujarno, Kepala Desa Anca, menyampaikan harapannya yang begitu besar terhadap penertiban ternak yang ada di dataran Lindu, khususnya di desa Anca.

Ketua BP3K Lindu, Bapak Ratman, yang memfasilitasi terlaksananya penyuluhan tersebut berharap penyuluhan terkait sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan semacam ini dapat terus dilaksanakan dalam rangka memajukan semua sektor tersebut. BP3K Lindu siap memfasilitasi pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan siap mendatangkan pakar dari dinas kabupaten maupun dinas provinsi sebagai pembicara. 
Foto bersama dengan Kades Anca, Ketua Kelompok Ternak, Ketua BP3K, dan anggota kelompok ternak

Sebelumnya, ternak sapi di Lindu berkeliaran bebas, masuk ke area pemukiman warga, ke sawah-sawah, ke kebun-kebun, dll. Sehingga kotoran sapi tercecer dimana-mana. Harapannya, dengan adanya penyuluhan ini mampu menertibkan ternak yang ada di Lindu, dan juga meningkatkan produktivitas ternak, yang semuanya berujung pada satu tujuan, yaitu meningkatkan kesejahteraan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

By Yunita Junior

Kamis, 01 Januari 2015

Pemeriksaan Kesehatan Ternak Sapi



Di Lindu, hewan ternak biasa diumbar. Hewan-hewan itu bereproduksi dengan kawin alami. Hewan ternak mencari pakannya sendiri. Masuk ke pekarangan, kebun, ladang, padang rumput, sawah, bahkan ke hutan untuk mencari pakan. Tidak jarang tombak mendarat di tubuh hewan karena masyarakat tidak berkenan dengan adanya hewan ternak yang sangat bebas memporak-porandakan pekarangan atau tanamannya. Tidak hanya itu, kotoran (feses) hewan ternak pun berceceran dimana-mana. Hal ini tentunya sangat mengganggu kesehatan masyarakat.
Manajemen ternak di Lindu memang masih sangat minim dalam semua aspek, baik aspek manajemen kesehatan, pakan, dan kandang. Jarang ada peternak yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan ternaknya. 

Siang itu saya berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan ternak di Desa Tomado. Beberapa hari yang lalu seekor sapi milik salah seorang peternak sapi di Lindu baru saja melahirkan. adalah Ibu Sofyan yang mengkhawatirkan pedet yang baru saja lahir tanpa sepengetahuannya. Saat saya melakukan pemeriksaan, pedet dan induk dalam kondisi sehat normal. Kekhawatiran Ibu sofyan pun terobati saat saya menyampaikan hal tersebut.

Persiapan pemeriksaan sapi Ibu Sofyan oleh drh.Rahma
Akan tetapi, sapi-sapi yang lain milik Ibu Sofyan terlihat kurus. Tulang rusuknya terlihat mencolok, tanda tidak adanya lemak di atas tulang rusuk/punggung. Diagnosa saya, kekurusan yang dialami oleh sapi diakibatkan oleh cacingan. Penanganan pertama yang harus dilakukan adalah pemberian obat cacing.
Kesempatan ini sekaligus saya manfaatkan untuk melakukan intervensi terhadap manajemen ternak sapi milik Ibu Sofyan. Saya memberikan saran kepada Ibu Sofyan untuk mengatur waktu umbaran sapi. Jika sapi diumbar terlalu pagi dalam kondisi rumput masih basah, sangat mungkin sapi memakan rumput yang tercemar serkaria yang merupakan stadium infektif dari cacing Fasciola.
Konsultasi ternak sapi Ibu Sofyan bersama drh.Rahma
Selain itu, saya memberikan saran kepada Ibu Sofyan untuk membuatkan kandang untuk sapi-sapinya, supaya dapat memantau lebih intens kondisi sapinya. Kandang bisa dibuat di dekat lokasi umbaran yang telah dipagar sehingga sapi tidak bebas berkeliaran, meresahkan warga dan memberikan efek buruk terhadap kesehatan lingkungan.
Dimulai dari satu langkah kecil menyadarkan seorang peternak, semoga menular kepada peternak-peternak lainnya. Semoga ini menjadi satu langkah kecil untuk memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat melalui kesehatan hewan.
 "drh.Rahma Isna Saidah"