Tampilkan postingan dengan label Survei kesehatan masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Survei kesehatan masyarakat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Motor Bum Bum



drh.Rahma mengendarai motor bum bum menuju dermaga
Kondisi jalanan Lindu yang selalu becek dan licin di beberapa tempat membuat masyarakat melakukan modifikasi motor baik berupa ban motor yang dibuat bergerigi hingga modifikasi gas dan badan motor dengan aneka variasi. Dari yang tinggal kerangka, motor bebek menjadi matic, motor tanpa rem, dan aneka variasi motor lainnya. Ketiadaan operasi kendaraan oleh polisi membuat hal ini sangat mungkin dilakukan di sana. Motor yang masih asli bisa dihitung jari karena jumlahnya yang memang sedikit sekali. Untuk motor yang tanpa mereka melakukan modifikasi gas sehingga pengendara bisa memainkan gas ketika mengendarai motor tersebut. Beberapa bengkel yan ada di Lindu memang memfasilitasi untuk melakukan modifikasi motor-motor bagi masyarakat Lindu. 

Motor nan gagah hasil kreasi warga Lindu
Pencerah Nusnatara Lindu dibekali satu motor oleh Puskesmas sehingga ketika motor sedang dipakai teman yang lain, maka harus meminjam milik warga. Motor yang dimiliki warga tidak terlalu banyak pilihan dan sebagian besar dipakai oleh pemiliknya. Sehingga, kalau ingin meminjam motor, seperti apapun kondisinya, mau tidak mau harus bisa memakainya.

Salah satu contohnya adalah motor yang saya kendarai bersama mba Rahma. Motor modifikasi yang antik ini menjadi satu-satunya motor yang ada waktu itu dan kami syukuri. Kunci yang dipakai menggunakan saklar lalu membuka kran bensin dan kemudian baru bisa dihidupkan motor. Rem yang biasa di kaki dipindah di sebelah kiri seperti kopling. Suara yanag menggelegar mengiringi perjalanan kami menyeberangi danau Lindu.

Sepanjang jalan, kami menjadi perhatian para tukang ojek dan masyarakat karena mengendarai motor yang bunyi dari jarak sekian meter pun terdengar. Motor yang gagah dan dikendarai oleh perempuan. Motor yang cukup tinggi memudahkan kami melewati jalanan desa Olu yang tergenang air yang cukup dalam karena masih jalan tanah. Warga banyak juga yang melihat kami memakai kendaraan tersebut. Pengalaman baru kami dapat terkait mengendarai motor. Mengutip seorang balita yang menyebut motor itu bum bum jadi terinspirasilah untuk memberi judul tulisan ini motor bum bum.

By.Yunita Junior
Bidan Pencerah Nusantara 3 Lindu

Kamis, 03 Januari 2013

Perjalanan 3 in 1 ke Kanawu


3 in 1 dalam artian ketika kita melakukan sesuatu lebih baik dengan mtode “multi-tasking” untuk menghemat tenaga dan biaya. Hal itu yang mendasari ide yang tiba-tiba muncul di sore hari dalam suasana hujan sebelum kami berangkat ke Kanawu. Ya, kami pergi ke Kanawu salah satu dusun sulit di seberang untuk melakukan Pusling, Pendampingan Posyandu, imunisasi dan sekaligus pendataan. 

Sehari sebelum berangkat kami tidak lupa siapkan perbekalan obat, vaksin, alat medis, kuisioner, pelampung dan tidak lupa makanan. Kami harus menyiapkan bekal makanan karena takut dapat bonus diare saat pulang karena pengalaman saat kondangan lalu pulang langsung diare. Kami memasak penuh semangat semalaman mulai dari pepes ikan, kering tempe, sambel terasi sampai lepat pisang juga ada. Kak Una juga tidak lupa menjait pelampunya yang sobek juga. Kemudian tidak lupa juga kami mengirim surat pemberitahuan dahulu kepada kepala dusun dan perawat di dusun kanawu. Selain itu juga koordinasi dengan petugas Puskesmas siapa saja yang bisa ikut.
perlengkapan perang= life vest dan jungle boat

Lika Liku Survei Kesehatan Masyarakat Lindu

Di pertengahan November kami memulai survei kesehatan dasar di Kecamatan Lindu. Dalam survei ini kami menggunakan kuesioner yang berisi tentang Survey Kesehatan Dasar Rumah Tangga, Sanitasi Lingkungan, Status Kesehatan dan Gizi Bayi dan Balita, Riwayat persalinan , Kesehatan ibu dan anak , PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), akses terhadap asuransi kesehatan. Pada pendataan ini kami melibatkan kader-kader Posyandu dan tak lupa melibatkan beberapa staf puskesmas.

usman sedang mengajarkan kader-kader cara mengisi kuesioner

Rabu, 02 Januari 2013

Puskesmas keliling, imunisasi, dan pendataan di Wongkodono


9 November 2012
Tim lindu melakukan pendataan di dusun wongkodono. Wongkodono adalah dusun suit dari desa Langko. Untuk mencapai dusun tersebut tim lindu harus menyebrang dengan menggunakan ketinting /perahu motor kecil dengan waktu tempuh 1 jam dari dermaga desa Tomado.
persiapan menuju wongkodono, saya dan fitri harus standby di puskesmas