Tampilkan postingan dengan label SSBPN2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SSBPN2. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juni 2014

"SSBPN2" Peringatan HARDIKNAS dengan kegiatan School Days Out


Pendidikan dan kesehatan tidak lepas dari tujuan pembangunan nasional. Pada tanggal 2 Mei setiap bulannya diseluruh penjuru Indonesia peringat Hari Pendidikan Nasional dirayakan. Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas dirayakan dengan berbagai macam cara mulai dari upacara-upacara, lomba cerdas cermat, lomba menulis cerpen tentang pendidikan dan masih banyak lagi kegiatan yang lain. Dalam rangka memperingati Hardiknas tahun 2014 ini maka Pencerah Nusantara Lindu Angkatan 2 ingin mengadakan kerjasama dengan stakeholeder pemrintahan Kabupaten Sigi, Kami meminta rekomendasi kepada Bupati Kabupaten Sigi Ir.H. Aswadin Randalembah. Bapak bupati memberikan disposisi kepada kami dan mengajak Kecamatan Lindu dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sigi untuk bekerjasama dan mengadakan rangkaian acara peringatan Hardiknas di Kecamatan Lindu. Kegiatan peringatan Hardiknas ini mendapat dukungan yang positif dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olah Raga Kabupaten Sigi dan Bapak camat Kecamatan Lindu, hal ini terlihat dari sambutan dan respon positif yang mereka lakukan disaat kami melakukan advokasi kepada mereka.  Acara peringatan Hardiknas tahun ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang berada di Kecamatan Lindu yaitu SD Inpres Tomado di Dusun Kalora. Peringatan hardiknas tahun ini dilaksanakan bersama anak-anak usia didik pada hari libur dan diberi nama School Days Out.


School Days Out dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Mei 2014. Dalam rangkaian acara ini, pendidikan kesehatan tetap menjadi fokus utama kami.  Metode belajar sambil bermain tidak lepas dari edukasi yang kami diberikan kepada anak-anak disini. Biasanya anak-anak kami berikan pendidikan di dalam kelas mereka, namum pada Kegiatan School Days Out ini kami membawa anak-anak belajar di luar ruangan dan alam terbuka. Kegiatan ini kami siapkan dengan sebaikmungkin, sore hari sebelum pelaksanaan kegiatan Sanitarian Rino dan Perawat Gigi Nina datang kesekolah untuk membagikan surat izin kepada anak-anak untuk mereka meminta izin kepada orang tuanya dirumah. Pemberian izin dari orangtua siswa adalah hal  utama yang harus kami dapatkan karena mengajak anak-anak  untuk datang diluar hari sekolah.  Pada hari ini juga kami memasang spanduk yang kami buat di kota Palu dan dibantu anak-anak.

Kamis, 15 mei 2014 kegiatan School Days Out dimulai, pagi hari kami Tim Pencerah Nusantara Lindu Angkatan 2 datang ke Sekolah Inpres Tomado di Kalora. Pukul 08.30 Wita acara pagi ini dibuka oleh leader Tim Pencerah Nusantara Lindu Angkatan 2 yaitu Dokter Rahmi, setelah itu dilanjutkan oleh kepala sekolah SD Inpres kalora. Yang ikut kegiatan School days Out adalah murid kelas tiga, empat dan lima. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok merah, hijau dan kuning dimana setiap kelompok diketuai oleh salah satu murid. 
Acara dibuka oleh dr. Rahmi
Perkenalan agar lebih akrab
 Dalam rangkaian acara ini mereka harus melewati tiga posko, setiap posko memliki satu mentor. Posko pertama mentornya adalah Sanitarian Rino yang akan memberikan materi  “P3K pada gigitan Anjing”. Posko kedua dimentori oleh Pemkes Arie yang memberikan materi “Makanan dan Jajanan Sehat”. Posko ketiga dimentori oleh Perawat Gigi Nina yang akan memberikan meteri ”Aktivitas Fisik”. Setiap peralihan dari satu posko ke posko yang lain mereka diberi tantangan. Tantangan dari posko satu ke posko dua adalah menyusun kata dan merangkainya menjadi kalimat utuh. Kata-kata yang disusun erat hubungan nya dengan pendidikan kesehatan seperti; Mari kita berperilaku hidup bersih dan sehat, buanglah sampah pada tempat nya, buang air besar dan air kecil di jamban, bebaskan sekolah kita dari jentik nyamuk. Tantangan dari posko dua ke posko tiga adalah menyusun puzzle bergambarkan anak sekolah yang sedang mencucui tangan pakai sabun dan air mengalir. Tantangan dari posko tiga ke posko datu adalah membuat bendera merah putih dan lambang pencerah nusantara. 

Posko 1 " P3K Gigitan Anjing" oleh Sanitarian Rino

Posko 2 "Makanan & Jajanan Sehat" oleh Pemkes Arie
Posko 3 "Aktivitas fisik" oleh Perawat Gigi Nina
Terlihat antusias mereka melewati satu posko ke posko yang lain. Mereka terlihat senang melakukan kegiatan belajar sambil bermain ini. Pada pukul 10.30 mereka diistirahatkan dan dibagikan snack ke masing-masing anak. Acara dilanjutkan sampai pukul 12.00, pada pukul 12.00 mereka makan siang bersama, mereka membawa bekal nasi dan lauk dari rumah sendiri. Setelah istirahat tiga puluh menit, pada pukul 12.30 diadakan lomba tim, Games yang dilombakan adalah “estapet air dan melempar bola dan meniup balon. Tim yang tercepat akan menjadi pemenang. 

Pada pukul 14.30 acara resmi ditutup oleh kepala sekolah dan Dokter Rahmi. Pada  acara penutupan ini diumumkan tim yang menang dan murid yang paling semangat mengikuti kegiatan ini. Tim yang menang adalah tim Merah. Murid laki-laki yang semangat adalah Berkat dan murid perempuan yang semnagat adalah Luvita. Mereka sangat senang menerima hadiah yang kami berikan. Setelah acara ditutup masing-masing anak yang ikut kegiatan ini diberi juga diberi hadiah agar tidak ada yang berkecil hati melihat teman yang lain mendapat hadiah.
Kelompok terbaik diketuai oleh Raffi
Peserta tebaik putra dan putri
 Harapan dan kesan Kepala Sekolah dan guru SD Inpres Tomado;
Saya sangat senang dan berterimakasih kepada Tim Pencerah Nusantara Angkatan 2 yang telah memilih sekolah kami dalam rangkaian acara Sekolah Sehat Bersama Pencerah Nusantara Lindu Angkatan 2 (SSBPN2), murid-murid kami lebih diperhatikan, mengingat sebelumnya tidak ada kegiatan seperti ini pernah dilakukan di tempat kami, sekolah kami dikunjungi tim kesehatan ketika hanya ada imunisasi anak sekolah, baru ada Pencerah Nusantara Lindu sekolah kami mulai diperhatikan
Untuk kedepannya diharapkan semua sekolah dan murid- murid yang ada di kecamatan Lindu ini diperhatikan dan diberi edukasi kesehatan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Lindu,  serta dilakukan kegiatan belajar sambil bermain seperti ini.”

Semua perubahan yang diharapkan untuk Indonesia yang lebih sehat tidak lepas dari tangggung jawab kita bersama. Mari kita bekerja sama untuk menciptakan sumberdaya manusia kesehatan yang lebih baik untuk Indonesia yang lebih cerah.
Salam Pencerah……!!!

By. Rino Irvan Satria, Amd.KL/ @ninox_irvan

Sabtu, 31 Mei 2014

"SSBPN2" Pengukuran Status Gizi Anak SD



Senin, 14 April 2014
Ini merupakan rangkaian ke empat,  kami Tim Penecerah Nusantara Lindu Angkatan 2 datang ke sekolah SDN Inpres Tomado di Dusun Kalora. Rangkaian kegiatan rutin ini kami lakukan di SD Inpres Tomado untuk memberikan edukasi kesehatan kepada siswa. Siswa yang mendapat pendidikan kesehatan adalah siswa kelas empat, lima dan enam.

Tema edukasi kesehatan yang kami berikan kepada siswa pada kesempatan ini adalah Status Gizi Anak. Pada edukasi kesehatan kali ini yang menjadi pemberi materi adalah Pemerhati Kesehatan Tim Lindu yaitu Arie Ardiyanti Rufaedah, SKM. Tema ini dipilah agar siswa mendapat pengetahuan mengenai Gizi, makanan bergizi, juga mereka mengetahui status atau Indek Massa Tubuh (IMT) mereka pada saat ini.

Pemkes Arie sedang memberikan materi gizi
 Seperti biasa kami mendapat waktu sekitar 1 jam pada jam sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa. Kami memulai kegiatan ini pada pukul 10.00 WITA. Pada saat masuk ke kelas terlihat antusias anak-anak, mereka menyapa kami dengan semangat. Mereka mengucapkan salam dan sapaan selamat datang kepada kami. Melihat anak-anak semangat seperti itu kamipun juga ikut semangat memberikan edukasi kesehatan kepada mereka. 

Pembukaan kegiatan edukasi ini dibuka oleh Perawat Gigi Nina yang dengan antusias menyapa  gabungan siswa kelas empat, lima dan enam. Pada saat pembukaan kegiatan ini Perawat Nina selalu menanyakan hal ini kepada siswa “masih adakah yang belum mandi dan gosok gigi kesekolah?. Pertanyaan ini merupakan stimulan yang harus kami sampaikan setiap kali masuk kelas, yang nantinya kami berhaap agar siswa mau untuk merubah perilaku mereka sedikit demi sedikit.. Suasan ribut terjadi dalam kelas ini, ternyata siswa saling tunjuk-menunjuk setelah dilempar pertanyaan seperti ini. Terlihat lima orang anak yang mengangkat tangannya. Ini merupakan perubahan yang mulai kami rasakan dari awal kami mulai masuk kesekolah. Pada saat pertama dan kedua kami masuk kesekolah ini hampir semua siswa angkat tangan saat kami bertanya pertanyaan ini.  

Pemerhati kesehatan Arie bersiap-siap memberikan edukasi kepada siswa kelas empat, lima dan enam. Pemkes Arie menuntun siswa untuk mengecek status gizi mereka, dibantu oleh Perawat gigi Nina dan Sanitarian Rino. Sanitarian Rino mengontrol siswa agar tidak ribut pada saat menunggu antrian penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Perawat ninamendampingi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Kemudian dilanjutkan penenetuan Indek Massa Tubuh (IMT) siswa oleh Pemerhati Kesehatan Arie. Pemerhati Kesehatan Arie memberitahukan  IMT siswa, ada yang IMT-nya Kuning dan ada yang Hijau. Dari total keseluruhan kelas empat, lima dan enam di SDN Inpres Kalora 25 IMT nya hijau sebesar  16 % dan yang kuning 64 %.
Pengukuran berat badan
Pengukuran tinggi badan
















Merujuk dari IMT yang telah diketahui oleh setiap murid kelas empat, lima dan enam SDN Inpres Tomado, Pemerhati Kesehatan Arie memberikan penjelasan dan edukasi menganai status gizi mereka, juga memberitahukan kepada siswa untuk menerapkan pola makan dan menu yang seimbang atau empat sehat lima sempurna. 
Penjelasan status gizi anak-anak

Kegiatan ini diakhiri dengan Ice Breaking yang diberikan oleh Sanitarian Rino, agar anak-anak tidak jenuh menerima materi yang telah diberikan oleh Pemerhati Kesehatan Arie. 
Ice breaking
 Dengan adanya edukasi mengenai gizi ini diharapkan anak-anak yang merupakan genarasi penerus bangsa menjadi  generasi yang sehat di masa yang akan datang.

By. Rino Irvan Satria, Amd.KL/ @ninox_irvan

"SSBPN2" Ayo bebaskan Sekolah Dari Sampah



Kamis 27 Maret 2014
Merupakan kali ketiganya kami Tim Pencerah Nusantara Lindu Angkatan 2 datang ke sekolah. Seperti pada bulan-bulan sebelumnya maksud dan tujuan kedatangan kami ke sekolah adalah memberikan penyuluhan dan edukasi kesehatan kepada murid-murid SD kelas empat, lima dan enam di SD Inpres Tomado. Kedatangan kami kali ini ke sekolah SD Inpres Tomado didamping oleh Kepala Puskesmas Lindu dan pegawai Puskesmas Lindu yang memegang program UKGS, serta salah satu orang perawat pengabdi Pukesmas Lindu. Tujan kami mengajak pemegang program UKGS Puskesmas Lindu adalah agar kegiatan ini dapat berlanjut untuk kedepannya setelah kami Pencerah Nusantara tidak lagi berada di Lindu.

Pada kesemepatan kali ini yang memberikan materi edukasi adalah Sanitarian Rino. Materi edukasi yang diberikan kali ini adalah materi yang erat hubungannya dengan kesehatan lingkungan yaitu tentang sampah dan pengolahannya. Sampah dan pengolah merupakan salah satu dari delapan indikator PHBS yang dicanangkan di Sekolah di Lindu. Kami diberi waktu 1 jam untuk melakukan edukasi kesehatan. 

Sanitarian Rino memberikan materi Sampah
Pembukaan penyuluhan ini dibuka oleh Perawat Gigi Nina yang dengan antusias menyapa  murid. Pada saat pembukaan kegiatan ini Perawat Nina menanyakan hal ini kepada siswa “siapa yang tidak mandi dan tidak gosok gigi kesekolah? Pertanyaan ini merupakan pancingan untuk murid-murid agar mereka terbiasa melakukan kegiatan tersebut sebelum kesekolah. Kegiatan selanjutnya adalah memperkenalkan pemegang program UKGS yaitu Perawat Agi dan Perawat Eifer kepada murid-murid. Setelah mereka memperkenalkan diri Sanitarian Rino langsung memberikan penyuluhan kepada murid-murid. Memberikan materi tentang sampah meliputi pengertian sampah, jenis-jenis sampah, cara pengolahan sampah serta dampak yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Media yang digunakan dalam edukasi kesehatan ini adalah lembar balik. Hal ini dipilih agar murid-murid dapat melihat contoh sampah yang dihasilkan dilingkungan sekitar, juga gambar-gambar yang menarik agar murid tertarik saat dilakukannya penyuluhan dan edukasi kesehatan ini.

Anak-anak serius mendengarkan materi
Saat diberikan penyuluhan tentang sampah, murid-murid diajak untuk berinteraksi agar mereka fokus terhadap penyuluhan dan materi yang diberikan. Setelah dilakukan penyuluhan, untuk me-review kembali materi yang diserap oleh murid maka kami memberikan pertanyaan tentang  materi sampah yang telah disampaiakan. Murid-murid yang dapat menjawab pertanyaan yang kami lontarkan diberi reward  berupa alat-alat tulis yang menarik. Akhir kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang murid kelas 6.

by.Rino Irvan Satria, Amd.KL/ @ninox_irvan

"SSBPN2" Ayo Sikat Gigi 2x Sehari



Selasa, 25 Februari 2014
Bulan kedua kami Tim Pencerah Nusantara Lindu Angkatan 2 datang ke SD Inpres Tomado yang berada di  Dusun Kalora. Yang datang pada saat ini adalah Perawat Gigi Nina dan Pemerhati Kesehatan Arie. Pada saat kesempatan kedua ini kami memberikan materi tentang Kesehatan Gigi dan Mulut atau Cara Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut kepada anak-anak. Yang memberikan materi adalah salah satu anggota tim Pencerah Nuasantara Lindu Angkatan 2 yang berlatarbelakang pendidikan Kesehatan Gigi yaitu Perawat Gigi Nina.
Perawat Gigi Nina sedang memberikan materi Sikat Gigi

Adapun materi yang diberikan pada saat edukasi kesehatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada murid tentang sikat gigi minamal 2 kali sehari,melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali, mengurangi makanan manis dan melekat, serta mememperbanyak makan sayur dan buah. Kegiatan penyuluhan dimulai pada Pukul 10.00 WITA. Anak-anak yang mendapat penyuluhan dan edukasi kesehatan ini adalah murid kelas empat, lima dan enam. Pada saat kegiatan penyuluhan ini di dampingi oleh guru yang mengajar di kelasnya.
Practice by doing
Saat memberikan edukasi kesehatan, Perawat Gigi Nina memberikan contoh cara sikat gigi yang baik dan benar. Perawat Gigi Nina memberikan contoh dan simulasi menggunakan phantom gigi dan mulut ukuran besar agar murid dapat melihat dengan jelas bagian gigi meraka dan bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar. Kami juga menggunkan media nyanyian untuk mengedukasi mereka.
Ini lagu yang kami berikan kepada mereka…..
AYO SIKAT GIGI
Makanan enak tak jadi enak kalau sakit gigi
Makanan lezat tak jadi lezat kalau sakit gigi
Gigi gigi yang sehat makan apapun nikmat
harus rajin dirawat biar gigi kuat……
sok gosok gosok gosok gosok gigi
Sek gesek gesek gesek gosok gigi
Yok ayo ayo ayo ayo sikat gigi
tiap malam dan pagi…..
Setelah memberikan dan menyanyikan lagu tersebut bersama-sama kami mengadakan simulasi sikat gigi dilapangan sekolah. Murid-murid kami bawa kelapangan dibantu serta diawasi oleh guru mereka. Murid-murid melakukan Sikat gigi massal. Pada saat sikat gigi massal ini kami melihat banyak murid yang sikat giginya tidak layak untuk digunakan, disini kami juga mengedukasi mereka tentang sikat gigi yang baik digunakan untuk usia mereka.
Praktek Sikat Gigi di Lapangan Sekolah
Semua siap melakukan sikat gigi missal semua berbaris dengan teratur, kami mulai membagikan odol pada sikat gigi mereka. Dikomado oleh Perawat Gigi Nina mereka mulai berkumur-kumur dan menyikat gigi mereka.  
Gigi seri atas bawah-atas bawah, gigi taring bulat-bulat-bulat-bulat, gigi geraham maju mundur-maju mundur, jangan lupa gigi bagian dalamnya juga disikat” .

 “Ayo sikat Gigi 2x sehari, gigi sehat senyumpun cemerlang”

by. Rino Irvan Satria, Amd.KL/ @ninox_irvan