Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Tajamnya Parang Memotong Kuku



Adalah menjadi hal yang wajib dibawa oleh masyarakat Lindu terutama laki-laki menyematkan parang bersarung di pinggangnya. Setiap kali melangkahkan kaki keluar rumah, parang tak pernah tertinggal untuk dibawa. Mayoritas pencaharian masyarakat yang bertani dan berkebun menjadikan parang adalah suatu hal yang sangat berguna, untuk menebas rumput-rumput liar ataupun menebang cabang-cabang pohon yang kiranya menghalau jalaan ataupun sudah terlalu panjang. Parang juga mereka gunakan untuk kerja ikan, membersihkan sisik ikan, membelah perut untuk kemudian mengeluarkan isi perutnya. Parang juga bisa digunakan untuk menebang kayu sebagai kayu api untuk memasak. Bisa dibayangkan setajam apa parang yang mereka miliki.
Salah seorang warga dengan santai memotong kukunya menggunakan parang di atas kapal

Tanpa ragu menggunakan tajamnya parang untuk memotong kuku

Selain yang tersebut di atas ternyata masyarakat ada yang menggunakan untuk hal yang kurang lazim digunakan. Seorang laki-laki memotong kukunya menggunakan parang yang ukurannya sedang. Terlalu berlebihan rasanya kuku yang sekecil itu dipotong dengan parang, dengan pisau pun itu belum pernah ditemui. Hal tersebut kami dapati ketika menyeberang ke desa Olu. Dengan santai sambil bersiul, laki-laki tersebut dengan santai memotong kukunya yang memang sudah panjang satu demi satu. 
Melihatnya saja sudah ngeri, bagaimana kalau nanti tidak sengaja salah potong malah jarinya yang terpotong. Laki-laki tersebut hanya tersenyum ketika kami tercengang melihat dia memotong kuku. Kami pun iseng bercanda dengan laki-laki tersebut dan berkata “Apa jangan-jangan orang Lindu potong rambut dengan menggunakan parang”. Mendengar perkataan tersebut ternyata laki-laki tersebut menjawab, “Bisanya memang begitu apalagi kalau tiada gunting di rumah, parang pun jadi.” Kami semakin terheran dengan masyarakat Lindu ini.

Yunita Junior
Bidan Pencerah Nusantara 3

Pawai Menyambut Ramadhan di Lindu



Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H, anak-anak di kecamatan Lindu bersuka cita dengan mengadakan Pawai Ramadhan. Meski Lindu jauh dari keramaian kota, hanya bisa diakses dengan kendaraan roda dua serta belum ada akses listrik dan sinyal, muslim di Lindu tidak mau ketinggalan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Pawai Ramadhan kali ini merupakan kali pertama diadakan di kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kesenian Hadrah persembahan anak-anak muslim dusun Kanawu desa Olu
Pawai ini dilaksanakan kemarin, Minggu (14/06) di desa Tomado, Kecamatan Lindu, mulai setelh Dzuhur sampai dengan sebelum Ashar.  Pawai dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh anak-anak penghafal Quran di Lindu dan kesenian Rebana oleh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Al Khairat Kanawu.
Pembagian bendera kepada peserta pawai menyambut Ramadhan
anak-anak antusias membawa tulisan yang berisi pesan nasihat di bulan Ramadhan
Pencerah Nusantara Lindu Batch 3 turut bergabung bersama masyarakat muslim meramaikan acara Pawai Ramadhan tersebut. Anak-anak berjalan membawa spanduk menyambut Ramadhan seperti “Marhaban Yaa Ramadhan”, “Amal Baik Yess, Maksiat No”, “Selamat Datang Bulan Ramadhan” dan beberapa tulisan lainnya. Sepanjang pawai mereka juga memainkan sampra atau rebana dan juga meneriakkan yel-yel penyemangat. Pawai ditutup dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Abriyanto. 

Anak-anak berpawai menyusuri desa Tomado menyambut bula Ramdhan dengan riang gembira
Selain untuk menyemarakkan suasana menyambut bulan Ramadhan, pawai ini juga dimaksudkan untuk menyampaikan syiar dakwah Islam. Ustadz Abriyanto dalam tausyiahnya  mengajak seluruh umat muslim khususnya di kecamatan Lindu untuk memanfaatkan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan meninggalkan kemaksiatan.



Oleh Rahma Isna Saidah
Pemerhati Kesehatan PN3 Lindu
*Tulisan juga dimuat di dakwatuna.com

Kamis, 18 Juni 2015

Nasi Kuning tumpeng Kapus



Tanggal 15 Juni 2015 menjadi hari yang tak pernah disangka oleh Kepala Puskesmas Lindu, Bapak Arwin A. Sukara. Petugas puskesmas bersama Pencerah Nusantara mengadakan kejutan kecil-kecilan untuk kepala puskesmas. Dengan meminta tolong salah satu warga untuk memasakkan nasi kuning tumpeng, kami mempersiapkan perayaan ulang tahun Pak Arwin yang telah menginjak usia setengah abad. Seminggu sebelumnya kami telah merencakan dengan meminta seluruh staff puskesmas datang semua di hari sening tanggal 15 Juni tersebut. Sebenarnya hari lahir Pak Arwin adalah sehari sebelumnya tetapi karena bertepatan dengan hari Minggu maka diputuskan untuk memberikan kejutan tersebut di hari Senin-nya.

Hari Senin petugas telah banyak berdatangan tetapi Kapus belum terlihat datang di puskemas. Sekitar jam 10.00 Kapus bersama dengan motor merah kesayangannya datang. Hal tersebut membuat kami segera mempersiapkan nasi tumpengnya, menghias agar terlihat cantik meskipun sederhana. Menghias tumpeng kami lakukan di rumah dinas puskesmas sementara yang dibawah mempersiapkan waktu yang pas untuk membuat kejutan. Tak lama setelah mendapat kode dari yang berada di puskesmas, tumpeng dibawa turun. Kapus sedang berdiskusi di Nurse Station bersama dengan Om Pinus serta petugas puskesmas lain. 

Kejutan pun dilakukan dengan membawa tumpeng sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kapus terlihat tersipu malu karena tidak menyangka akan mendapat kejutan dari rekan-rekan kerjanya. Acara makan-makan dilakukan di ruang rapat puskesmas. Pemotongan tumpeng pertama diberikan oleh Pak Arwin kepada senior beliau yaitu Om Pinus. Selanjutnya, semua yang hadir dipersilahkan untuk mengambil makan masing-masing. 

Kepala puskesmas memotong tumpeng pertama
Kepala puskesmas memberikan tumpeng pertama pada Om Pinus
Petugas puskesmas Lindu bersama PN3 makan bersama nasi kuning
Nasi kuning tumpeng ala Lindu punya
Memasuki usia setengah abad semoga usia yang telah diberikan tersebut menjadi usia yang berkah dalam perjalanan hidup beliau. Menjadi teladan untuk keluarga serta orang-orang yang dipimpin beliau di puskesmas. Selamat Ulang Tahun Kepala Puskesmas Lindu...

By Yunita Junior
Bidan Pencerah Nusantara 3