Minggu, 22 Maret 2015

Pesona Warna di langit Lindu


Ketika kita kecil dulu, kita pasti dikenalkan oleh guru PAUD atau TK kita sebuah lagu yang sangat indah yang liriknya seperti ini :
Pelangi-pelangi alangkah indahmu
Merah kuning hijau di langit yang biru
Pelukismu agung siapa gerangan
Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan

Lirik yang singkat bersama alunan lagu yang mudah membuat lagu ini tidak susah untuk dihafal oleh bocah-bocah kecil. Namun apakah kita bisa setiap saat selesai hujan turun akan pasti bisa melihat pelangi? Kalau kita yang hidup di kota rasanya susah untuk bisa melihat pelangi di lingkaran langit karena langit kota sudah tak sebiru langit di desa. Asap kendaraan, asap pabrik telah membuat langit tak mampu lagi indah seperti dahulu kala. 



Lain halnya dengan di desa, anak-anak terutama anak-anak Lindu pasti sering sekali menyaksikan setengah lingkaran dengan spektrum warna-warni menghiasi langit di atas danau Lindu yang sungguh cantik. Selama kami mengabdi di Lindu sudah banyak kali kami saksikan pelangi yang sungguh cantik melengkung tersenyum memperindah pesona danau Lindu. Kondisi geografis Lindu membuat curah hujan di Lindu cukup tinggi dan sekali hujan maka hujan akan turun dengan begitu deras. Air-air yang masuk ke rumah-rumah akan beribah menjadi coklat karena air yang digunakan adalah air yang bersumber dari sungai yang bersasal langsung dari nata air gunung.

Pelangi ibarat sebuah hadiah yang Allah SWT berikan pasca Dia turunkan jutaan rintik air ke bumi yang membuat manusia harus menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu, berteduh dari derasnya hujan yang turun. Terkdang timbul rasa mengeluh karena harus menunda pekerjaan disebabkanb hujan turun, tetapi sesungguhnya Allah SWT sedang memberikan rahmatNya dengan membasahi bumi agar tanaman-tanaman tumbuh subur, berbunga, hiungga berbuah yang mana hadilnya akan dinikmati oleh manusia itu sendiri. Bahkan Allah SWT memberikan sesuatu yang lebih dengan diciptakanNya pelangi yang sungguh luar biasa cantiknya dan hanya Yang Maha Hebatlah yang mampu menciptakannya. Sudah seharusnya kita harus belajar mengubah cara berpikir kita, cara kita melihat sesuatu dengan ebih bijak. Selalu berbaik sangka dengan Allah SWT karena Allah SWT memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan. Boleh jadi itu baik untuk kita tetapi menurut Allah SWT tidak, justru sebaliknya. 
Banyak hal dari alam yang mampu kita ambil hikmahnya dalam pembelajaran hidup kita. Burung yang terbang, pohon yang tumbuh menjulang, angin yang mengoyak daun-daun yang awalnya tenang, semua ada hal yang bisa kita resapi maknanya. Di tengah kepenatan pikiran atas segala rutinitas yang seallau di jalani setiap hari, mengyisihkan waktu untuk berdamai dengan alam bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan semangat kembali memulai suatu aktivitas. Ilmu Allah SWt terbentang luas di seluruh jagat raya ini maka pandai-pandailah kita sebagai manusia yang paling tinggi derajatnya untuk bisa mendapatkan ilmu itu. Perbanyak bersyukur agar Allah SWT tambahkan nikmatnya lebih..lebih...dan lebih... Alhamdulillah..
~Yunita Junior~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar