Sabtu, 28 Februari 2015

Lomba Desa Tingkat Kecamatan 2015

Pembangunan desa merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di desa sehingga kemajuan bangsa Indonesia juga berada di tangan masyarakat desa. Indonesia dalam beberapa dekade telah mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program pembangunan daerah tertinggal dan program PNPM mandiri merupakan pintu utama masyarakat desa mengembangkan potensi daerahnya. Selain program tersebut ada juga program kompetisi yang ditujukan untuk melihat perkembangan desa dan juga meningkatkan motivasi masyarakat untuk menjadikan desa sejahtera. Program tersebut dinamakan Lomba Desa yang selalu diadakan setiap tahun. Lomba desa dijadikan ajang untuk berlomba-lomba dalam membenahi desa masing-masing. Tahun 2015 lomba desa di Kecamatan Lindu diadakan pada minggu keempat bulan Februari untuk penilaian tingkat kecamatan. Pemenang lomba desa tingkat kecamatan akan dilombakan pada tingkat Kabupaten Sigi pada bulan Maret minggu ketiga.
Kerja bakti warga menyongsong lomba desa

Pembangunan gapura masuk desa Anca

Sebelum penilaian diadakan, Kecamatan Lindu telah menunjuk tim penilai yang akan menilai 4 desa yaitu desa Puro’o, Langko, Tomado, dan Anca. Desa Olu belum dimasukan kedalam lomba desa dikarenakan belum teregistrasi nomor desanya di kementerian dalam negeri. Tim penilai Lomba Desa terdiri dari berbagai macam latar belakang, hal ini dikarenakan penilaian akan meliputi berbagai macam indikator. Indikator tersebut yaitu; Pendidikan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi masyarakat, Keamanan dan Ketertiban, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan Desa, dan Lembaga Kemasyarakatan.

Rapat tim Penilai Lomba desa tingkat kecamatan
Puskesmas Lindu dan Tim Pencerah Nusantara III selalu dilibatkan dalam kegiatan Lomba Desa. Pada tanggal 23-26 Februari 2015 akan diadakan penilaian lomba desa di setiap desa. Satu desa akan dinilai dalam satu hari. Penilaian akan dilakukan melalui observasi dan wawancara. Puskesmas Lindu dan Tim Pencerah Nusantara akan menilai mengenai kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat yang akan dinilai yaitu perkembangan dalam dua tahun terakhir kematian bayi, Gizi dan Kematian Balita, Cakupan Imunisasi, Angka Harapan Hidup, PHBS, dan Keindahan Lingkungan. Semenjak Awal Bulan Februari tampak beberapa desa sibuk mempersiapkan lomba desa dengan memperbaiki pekarangan rumah ataupun gotong royong bersama. Selain itu kader kesehatan juga tampak lebih bersemangat dalam merapikan pencatatan posyandu. Lomba desa dijadikan sebagai ajang meningkatkan desa masing-masing.


Hari pertama penilaian yaitu di Desa Puro’o. Desa Puro’o terdiri dari 205 Rumah Tangga. Kepala Puskesmas dan Tim Pencerah melakukan penilaian dengan melihat data serta dokumentasi yang telah dilakukan oleh kader kesehatan dan petugas kesehatan setempat. Bidan penanggung jawab desa Puro’o yaitu Bidan Rahel. Bidan Rahel menyampaikan saat ini masih ada 38 RT yang belum memiliki Jamban. Bidan Rahel menyampaikan ini masih menjadi Pekerjaan Rumah pemerintah dan masyarakat untuk menyadarkan pentingnya jamban sebagai bagian dari PHBS. Selanjutnya Kader Kesehatan Puro’o memberikan gambaran kesehatan bayi bahwa tidak ada bayi yang meninggal ataupun gizi buruk sejak tahun 2013-2014. Cakupan imunisasi juga meningkat dari tahun 2013-2014 yaitu dari 85% menjadi 95%. Pada saat observasi tim pencerah menemukan tanaman toga di hampir sebagian besar rumah warga. Warga menyampaikan bahwa kesehatan di desa Puro’o semakin meningkat setiap tahunnya hal tersebut karena banyaknya penyuluhan sehingga masyarakat lebih sadar untuk menjaga kesehatan.
Penyambutan saat penilaian di desa Puro'o

Suasana penilaian lomba desa

Bersama bidan desa dan kader posyandu saat penilaian sektor kesehatan masyarakat

Pada hari ketiga Tim Penilai melakukan penilaian di desa Tomado. Dari kejauahan tampak ibu-ibu kader PKK berseragam biru dengan senyum manis. Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Lindu dan Kepala Desa Tomado. Kantor Balai Desa yang baru sudah diisi dengan papan informasi mengenai Posyandu, Pendidikan, serta data administrasi Desa Tomado. Tim Penilai lalu memulai penilaian sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tampak kader bersemangat untuk menjawab berbagai pertanyaan tim penilai.
Penilaian lomba desa di desa Tomado

Persiapan penilaian di desa Anca

Pemeriksaan kondisi sarana MCK warga

Tim penilai urun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil yang ada

Pemanfaatan pekarangan warga untuk penanaman toga

Salah satu rumah sehat di desa Anca

Tim penilai lomba desa turun ke lapangan


Salah satu contoh rumah yang telah memanfaatkan pekarangan untuk menanam toga

Tim penilai saat turun ke lapangan

Bunga bermekaran di pekarangan rumah warga

Penilaian di desa Anca


Semangat Lindunesia !


~Ns. Nahla, Bd. Yunita, Ns. Rezi, drh. Rahma~

1 komentar: