Senin, 04 Maret 2013

GAGAL PESTA KARENA PASIEN MINUM RACUN RUMPUT


22 Februari 2012

Hari itu, Kami tim Pencerah Nusantara Lindu melakukan posyandu dan imunisasi ke Dusun sulit di seberang danau, 4 Dusun kami datangi hingga pulang ke rumah menjelang magrib.

Sesampainya di rumah kami langsung mandi dan bersiap-siap datang ke undangan pernikahan warga anca yang merupakan sepupu aghi, staf puskesmas lindu. malah terpikir untuk menonton orang badero, sejenis tarian khas warga lindu ketika berpesta. sayangnya motor dinas kami Lampunya mati sehingga tidak memungkinkan untuk bonceng 3, terpaksa mbokgek duluan dan memanggil suami agi untuk menjemput kami.

pengantin dari desa anca :)

undangan meletuskan balon dan wajib menerima hukuman



ramai sekali warga yang datang


Makan jamuan khusus di rumah aghi, disuguhkan kari ayam, sop, dan balado daging sapi, sedangkan mbok sudah dihidangkan daging Babi. Setelah puas makan kami duduk di barisan penonton. Uniknya disini pesta pernikahan ada semacam permainan seperti acara ulangtahun, pakai acara mengambil undian di dalam balon yang diletuskan. Nanti dalam kertas tertulis hukuman bagi yang meletuskan balon, maka ia wajib melaksanakan hukuman, misalnya menyanyi atau berjoget. Kami sangat terhibur malam itu dan asik tertawa terbahak-bahak, hingga akhirnya MC dengan gaya olga syahputra berkata” kepada dokter agung kami minta untuk menyumbangkan suaranya diatas panggung”. Dengan PD nya mbokgek naik ke atas panggung untuk bernyanyi, maklum sebagai mantan vokalis band mbokgek pasti ingin nostalgia masa-masa bernyanyi diatas panggung. Saat itu mbokgek masih memilih-milih lagu di panggung, tiba-tiba ada warga yang mengatakan ada warga yang sakit di rumah sakit. Saya, fitri, dan usman langsung bergegas berangkat meninggalkan mbokgek dipanggung sendirian. Saat saya bertanya dengan warga tentang pasiennya, ia mengatakan pasien tersebut  tinggal di kanawu dan ia minum racun rumput sejak tadi sore. Selama perjalanan ke puskesmas, terdengar Sayup-sayup suara mbokgek rada ga masuk sama musik,mungkin karena ga konsen melihat kami terburu-buru meninggalkan pesta. Mbokgek menyusul ke Puskesmas belakangan setelah menamatkan 1 lagu.

mbokgek siap bernyanyi

saat saat belum tau ada pasien minum racun rumput


Sesampainya di puskesmas, nadi masih teraba, dari keluarga sempat keluar busa dari mulut. Untung kita sudah mengambil obat di dinas jadi persedian obat emergency masih ada, obat-obatan injeksipun dimasukkan lewat infus hingga Pasien akhirnya dalam status stabil. Akhirnya menginap 2 malam di Puskesmas kami dengan penerangan Genset dari Pukul 18.00 hingga pukul 06.00 pagi, yang bikin gensetnya mati keesokan harinya karena terlalu lama dipakai. Sejak kami di Lindu, ruang rawat inap Puskesmas jadi terpakai lagi, tidak ada pasien yang dirawat inap disini, biasanya langsung rujuk ke palu. Setelah memulangkan pasien tersebut minggu pagi, eh hari itu langsung nyambung pasien partus. Ceritanya bisa di lihat disini


au revoir
dr. Darsuna Mardhiah
Pencerah Nusantara Lindu Batch I

1 komentar:

  1. waaadoooh lagi asyik2 nyanyi dateng pasien keracunan
    klo pasiennya ikutan nyanyi bisa smbuh skalian gk ya

    Semangaat yaa Lindu
    -emak-

    BalasHapus